Ambon (ANTARA) - Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Maluku Saadiah Uluputty menekankan pentingnya transformasi kultur sosial untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan di Provinsi Maluku.

"Kultur sosial kita perlu diubah. Semua elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam pembangunan, bukan hanya menjadi objek," kata Saadiah, di Ambon, Selasa.

Pernyataan ini disampaikan Saadiah dalam memperingati hari ulang tahun (HUT) Ke-80 Provinsi Maluku, dengan harapan besar untuk mewujudkan Maluku yang lebih maju, adil, dan sejahtera sesuai dengan visi Gubernur Maluku.

Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, kata dia, untuk memperbaiki kondisi tersebut menjadi tanggung jawab besar, terutama dalam mempercepat pembangunan di daerah yang selama ini tertinggal.

Namun, dia mengungkapkan transformasi yang diinginkan tidak hanya sebatas pembangunan fisik. Salah satu tantangan besar yang harus dihadapi adalah transformasi kultur sosial di daerah tersebut.

"Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Maluku, persatuan adalah kunci utama. Kita harus merasa memiliki Maluku dan ikut berperan dalam setiap langkah pembangunan," ujarnya.

Dia mengatakan transformasi ini bukan hanya tugas pemerintah atau kami sebagai anggota DPR, tetapi juga tugas seluruh masyarakat, terutama anak muda.

"Tantangan terbesar ada pada generasi muda yang harus mampu mengikuti dinamika perkembangan zaman dan beradaptasi dengan perubahan yang terus terjadi," ujarnya.

Menurut dia, dengan semangat yang sama diharapkan setiap warga Maluku dapat berkolaborasi untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik dan sejahtera.

“Kami bersama-sama mendukung dan mensyukuri nikmat ini, dengan menjaga persatuan dan solidaritas, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah, terutama kami sebagai anggota DPR RI yang berfungsi sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga menekankan, infrastruktur dan konektivitas menjadi fokus utama dalam membawa aspirasi masyarakat Maluku ke tingkat nasional.

"Infrastruktur di Maluku dan persoalan-persoalan yang ada di desa-desa menjadi perhatian kami. Kami berkomitmen untuk membantu desa-desa tersebut menjadi mandiri dan maju," ucap Saadiah.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyatakan bahwa usia 80 tahun merupakan momen emas untuk bangkit dan memperkuat persatuan.

Mengusung tema “80 Tahun Maluku: Merajut Harmoni, Membangun Negeri”, Gubernur mengajak masyarakat untuk meneladani nilai-nilai perjuangan Pattimura, Martha Christina Tiahahu, dan para pahlawan lainnya, yaitu semangat bersatu, rela berkorban, dan cinta tanah air.

“Momentum ini adalah tonggak emas untuk memperkuat persatuan, membangun kepercayaan, dan mempercepat pembangunan Maluku menuju babak baru yang lebih adil dan sejahtera,” ucapnya.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026