Ambon (ANTARA) - Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku, menanam 300 anakan mangrove di pesisir Pantai Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut.
“Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga laut dimulai dari darat, dari cara kita memperlakukan pesisir dan ekosistem mangrove,” kata Ketua DPM FPIK Unpatti Leny R Orun, di Ambon, Senin.
Kegiatan bertema “Menjaga Laut dari Darat” itu diinisiasi oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FPIK Unpatti dan melibatkan Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HIMIKA) Unpatti bersama komunitas Moluccas Coastal Care (MCC). Aksi tersebut diikuti 36 peserta dari berbagai himpunan mahasiswa jurusan di lingkungan FPIK serta relawan MCC.
Ia mengatakan kegiatan itu menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan lingkungan pesisir dan laut di Teluk Ambon.
Selain penanaman mangrove, para peserta juga melakukan aksi bersih pantai dengan memungut berbagai jenis sampah plastik yang mendominasi kawasan pesisir Lateri.
Perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Moluccas Coastal Care (MCC) Cyecilia Pical menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa yang dinilainya penting untuk memperkuat gerakan komunitas dalam menjaga ekosistem pesisir di Maluku.
Upaya pelestarian mangrove di wilayah pesisir Ambon juga sejalan dengan program nasional rehabilitasi kawasan pesisir dan laut yang menargetkan peningkatan tutupan mangrove sebagai benteng alami dalam menghadapi abrasi dan perubahan iklim.
Selain menjaga keseimbangan ekosistem, keberadaan mangrove diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sektor perikanan dan pariwisata bahari di Maluku yang bergantung pada kesehatan pesisir dan laut.
Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama di area penanaman mangrove, yang menegaskan komitmen kolaboratif antara mahasiswa dan komunitas lingkungan untuk terus melanjutkan program konservasi dan edukasi pesisir di wilayah Teluk Ambon dan sekitarnya.
