Ternate (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) mengerahkan ribuan personel dalam pelatihan dan simulasi sistem pengamanan markas dan alarm untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel dalam menghadapi situasi kontinjensi.
"Pelatihan dan simulasi sistem pengamanan markas dan alarm stelling ini merupakan upaya prevntif sekaligus responsif untuk memastikan seluruh personel siap menghadapi setiap situasi, termasuk penyerangan markas maupun potensi gangguan keamanan," kata Karo Ops Polda Malut Kombes Pol Teguh Kariyadi di Sofifi, Jumat.
Dengan latihan ini, menurut dia, pihaknya ingin memastikan prosedur pengamanan berjalan sesuai standar operasional dan melibatkan seluruh fungsi kepolisian secara terpadu
Kegiatan diawali dengan apel pagi dan arahan teknis, dilanjutkan simulasi penanganan situasi kontijensi berupa skenario penyerangan kelompok tidak dikenal (OTK) terhadap Mako Polda Malut.
Dalam simulasi tersebut, personel menempati plotingan masing-masing, melaksanakan prosedur peringatan alarm stelling, hingga penindakan terhadap massa yang bertindak anarkis.
Teguh mengatakan apel kesiapan latihan ini merupakan bentuk evaluasi kesiapan personel, sarana dan prasarana kepolisian dalam mengantisipasi berbagai potensi ancaman.
Dia menjelaskan latihan tersebut melibatkan 1.193 personel gabungan dengan rincian 785 personel Sispam Mako, 215 personel Sabhara dan Brimob sebagai Kompi Dalmas Lanjut dan PHH (Penanggulangan Huru-Hara) dan 193 personel Staf Dalmas Kerangka.
Simulasi mencakup berbagai tahapan, mulai dari deteksi dini, penghadangan, penggunaan Dalmas, hingga pengerahan satuan Brimob dan tim anti anarki untuk mengendalikan situasi. Tim medis Biddokkes juga dilibatkan untuk memberikan pertolongan terhadap massa yang mengalami luka.
Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan Polda Malut berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan mengedepankan langkah humanis, namun tetap tegas terhadap setiap tindakan anarkis.
"Latihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi wujud nyata kesiapan Polda Malut dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Bambang.
