Ternate (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) intensif melakukan penguatan ketahanan pangan lokal mulai menunjukkan hasil nyata dengan pelaksanaan panen raya padi sawah seluas 12 hektare di Desa Buton, Pulau Obi.
"Produktivitas ini berada di atas rata-rata nasional yang umumnya berkisar 5 ton per hektare. Ini capaian yang patut diapresiasi dan menjadi bukti bahwa pertanian padi sawah di Obi sangat potensial untuk terus dikembangkan," kata Plt Kepala Dinas Pertanian Halmahera Selatan, Suyatmi Aljogja melalui siaran pers, Minggu.
Dia mengungkapkan, capaian ini merupakan peningkatan yang sangat signifikan, karena adanya peningkatan produktivitas secara signifikan dibandingkan musim tanam sebelumnya.
Dia menyebut, berdasarkan keterangan petani, hasil panen meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan musim tanam sebelumnya.
Ia menambahkan, Desa Buton masih memiliki potensi lahan sawah hingga sekitar 100 hektare yang belum tergarap secara optimal. Dengan dukungan yang berkelanjutan, lahan tersebut diyakini dapat menjadi lumbung pangan baru di wilayah Halmahera Selatan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut diraih berkat kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan perusahaan, terutama dalam hal pendampingan teknis budidaya, pemanfaatan sarana produksi pertanian, serta peningkatan kapasitas dan keterampilan petani.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga menyerahkan bantuan mesin perontok padi (thresher) kepada kelompok tani setempat guna meningkatkan efisiensi proses pascapanen dan menekan kehilangan hasil.
Peningkatan produktivitas padi sawah di Desa Buton tidak lepas dari dukungan Harita Nickel melalui program Sentra Ketahanan Pangan Obi (Sentani).
Community Development Superintendent Harita Nickel, Suryo Aji, menjelaskan program tersebut melibatkan 28 anggota aktif yang berasal dari dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Akemoriri dan Poktan Batu Putih, Koperasi Milenial Obi, serta Pemerintah Desa Buton.
"Panen raya ini merupakan bukti ketekunan dan kerja keras para petani. Pengukuhan Kelompok Tani Milenial menjadi simbol harapan dan regenerasi petani, sementara tanam perdana yang dilakukan hari ini menandai masa depan pertanian yang berkelanjutan di Pulau Obi," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Harita Nickel percaya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu penggerak utama kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan program, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Kelompok Tani Milenial. Sebanyak 17 pemuda dari Desa Buton, Jikotamo, dan Akegula dikukuhkan sebagai motor penggerak regenerasi petani di Pulau Obi.
Kegiatan panen raya kemudian ditutup dengan prosesi panen bersama serta penanaman perdana padi sawah sebagai simbol keberlanjutan musim tanam berikutnya. Melalui kolaborasi ini, Harita Nickel berharap sektor pertanian di Halmahera Selatan dapat terus berkembang, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Pemkab Halsel bersama Harita Nickel memperkuat ketahanan pangan lokal mulai menunjukkan hasil nyata. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan panen raya padi sawah seluas 12 hektare di Desa Buton.
Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba. Dalam kesempatan itu, Bupati Bassam menegaskan bahwa keberhasilan panen padi di Pulau Obi mematahkan anggapan lama bahwa wilayah tersebut sulit dikembangkan untuk pertanian padi sawah.
Pewarta: Abdul FatahEditor : Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026