Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mendorong generasi muda Islam, khususnya kalangan mahasiswa dan aktivis organisasi kemahasiswaan untuk terus memperkuat tradisi akademik dan literasi keagamaan di tengah perkembangan ruang digital yang semakin dinamis.
“Kita melihat anak-anak muda saat ini sangat aktif di media sosial, namun terkadang belum dibarengi dengan kedalaman literatur atau tradisi riset yang kuat,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan saat menerima kunjungan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di Kediaman Dinas Menteri Agama di Jakarta.
Menurut Menag, media sosial merupakan ruang ekspresi yang sangat penting bagi generasi muda saat ini. Namun demikian, ia menekankan perlunya keseimbangan antara masifnya aktivitas di ruang digital dengan penguatan kapasitas intelektual dan tradisi keilmuan yang kokoh.
“Media sosial adalah bagian dari perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari, tetapi karya yang mencerahkan harus lahir dari hasil pemikiran yang matang dan berdasar,” ujar Menag.
Ia mendorong organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan untuk terus membangun budaya diskusi, kajian ilmiah, serta publikasi pemikiran substantif di berbagai media arus utama. Menurutnya, dinamika dan dialektika gagasan antar-mahasiswa adalah pupuk yang baik bagi kepemimpinan masa depan.
“Dinamika dan dialektika gagasan yang sehat dalam organisasi itu pasti membuahkan hasil yang positif. Tanpa adanya tantangan dan ruang adu gagasan secara intelektual, tidak akan ada perkembangan yang berarti bagi kematangan seorang mahasiswa,” katanya.
Menag mengingatkan kembali akan warisan kejayaan intelektual dari perguruan tinggi keagamaan Islam yang selama ini menjadi muara perpaduan pemikiran keislaman dan kebangsaan. Ia menantang generasi saat ini untuk mengambil peran tersebut.
“Tradisi intelektual yang kuat akan melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman dengan argumentasi yang baik, moderat, dan mencerahkan,” kata Menag.
Di akhir arahan, Menag menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk mendukung setiap upaya penguatan literasi dan ruang-ruang dialog konstruktif di kalangan generasi muda.
“Kita merindukan ekosistem yang mampu melahirkan kembali figur-figur pemikir Islam yang tangguh. Kementerian Agama tentu akan selalu mendukung segala ikhtiar keilmuan yang memunculkan pemikir-pemikir muda demi kemaslahatan dan kejayaan bangsa Indonesia,” kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menag dorong mahasiswa perkuat tradisi akademik dan literasi keagamaan
Pewarta: Asep FirmansyahUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026