Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan duka cita atas wafatnya Wakil Presiden Ke-6 RI Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno yang meninggal dunia pada Senin pagi di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta pada usia 90 tahun.
"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum," ujar Mendagri dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.
Tito juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
"Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan," kata Tito.
Kabar wafatnya Try Sutrisno disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Senin pagi. Prasetyo menyatakan Try Sutrisno merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang mengabdikan sepanjang hidupnya untuk bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.
Try Sutrisno menjabat sebagai Wapres Ke-6 RI pada masa pemerintahan Presiden Ke-2 RI Soeharto.
"Berkaitan dengan informasi berpulangnya Wakil Presiden Ke-6 Bapak Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, tentunya kita merasakan dukacita yang sangat mendalam. Beliau adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang telah mengabdikan diri, mendarmabaktikan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara," kata Mensesneg kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Prasetyo kemudian mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum Try Sutrisno.
"Mari kita panjatkan doa supaya Beliau diampuni segala dosa dan kesalahan, diterima segala amal perbuatan dan apalagi Beliau dipanggil menghadap Allah SWT pada bulan yang suci, bulan Ramadhan," kata Prasetyo.
Terakhir, Prasetyo juga mengingatkan kembali keteladanan-keteladanan yang telah dicontohkan oleh mendiang Try Sutrisno agar dilanjutkan oleh generasi muda yang menjadi generasi penerus bangsa.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendagri sampaikan duka cita atas wafatnya Try Sutrisno
Pewarta: Fianda Sjofjan RassatUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026