Ternate (ANTARA) - Kemenkum Malut mengemukakan sukun (amo) dari Maitara yang digoreng dan disajikan dengan sambal (dabu-dabu) menjadi salah satu menu favorit masyarakat saat berbuka puasa masuk sumber daya genetik yang dilindungi negara.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum Maluku Utara, Budi Argap Situngkir (BAS) menegaskan buah sukun (Amo) Maitara telah resmi terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) kategori sumber daya genetik, berdasarkan permohonan dari Pemkot Tikep.
"Selain menjadi identitas daerah, sukun Maitara juga berperan penting sebagai penyangga ketahanan pangan serta mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat dan petani," terang Argap.
Ia menambahkan bahwa sumber daya genetik merupakan material genetik yang berasal dari tumbuhan, hewan, atau jasad renik, yang mengandung unit pembawa sifat keturunan dan memiliki nilai nyata maupun potensial.
Ia memandang bahwa Maluku Utara kaya akan sumber daya genetik yang patut dilindungi. Sumber daya genetik merupakan aset berharga daerah dan bangsa karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk-produk inovatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Namun, tanpa perlindungan hukum yang memadai, sumber daya genetik berisiko dieksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengidentifikasi serta mencatatkan sumber daya genetik dan jenis kekayaan intelektual komunal lainnya ke DJKI Kementerian Hukum,” kata dia.
Ida, salah satu pelaku usaha mikro kecil di Pasa Gamalama Ternate menyampaikan permintaan sukun maitara di bulan Ramadhan meningkat.
“Amo (sukun) Maitara yang besar harganya Rp50 ribu, sementara yang kecil Rp35 ribu. Iya, banyak yang beli di bulan puasa, untuk pakai (adi menu berbuka,” ungkapnya..
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum (Kemenkum), sukun Maitara telah tercatat sebagai kekayaan intelektual komunal di bidang sumber daya genetik dari Kota Tidore Kepulauan (Tikep) khususnya Pulau Maitara.
Produksi sukun maitara yang melimpah membuat distribusinya penjualannya sampai di Ternate dan juga kabupaten/kota lain di Malut.
Pewarta: Abdul FatahEditor : Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026