Ternate (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut), terus memperkuat komitmen kerukunan umat beragama dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan mempererat tali persaudaraan antar-umat beragama di daerah ini.

"Selain itu, kami telah melakukan monitor dan imbauan kamtibmas di seluruh polsek jajaran kepada masyarakat terkait situasi yang berkembang, agar tidak terprovokasi serta tetap memelihara rasa persaudaraan dan menjunjung tinggi toleransi antar-umat beragama," kata Kapolres Halsel AKBP Hendra Gunawan dihubungi di Ternate, Minggu.

Ia bersama sejumlah pejabat utama (PJU) polres setempat menghadiri rapat Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Halsel.

Pertemuan yang mengusung tema "Penguatan persatuan di Bumi Saruma" ini dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk Kepala Kemenag Kabupaten Halsel Saiful Jafar Arfa, Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Selatan Abdillah Kamarulah, Ketua FKUB Kabupaten Halsel Adnan Wahid, perwakilan Persaudaraan Muslim Indonesia (Permusi) Ady Hi Adam, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Halmahera Selatan Van Costan El Erens Galouw, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, imam, dan pendeta se-Kabupaten Halsel.

Salah satu agenda utama dalam rapat tersebut membahas komitmen deklarasi damai antar-umat beragama yang direncanakan digelar pada Senin (6/4).

Kesepakatan dicapai oleh seluruh peserta untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi serta memperkokoh persatuan dan persaudaraan di wilayah itu.

Langkah ini juga merupakan respons proaktif terhadap beredar hoaks terkait peristiwa bentrok di Kabupaten Halmahera Tengah. Para tokoh agama dan adat sepakat untuk tidak terprovokasi dan menjaga situasi kondusif wilayah masing-masing.

Dalam sambutannya, Kapolres Halsel AKBP Hendra Gunawan menegaskan bahwa jajarannya telah melakukan deteksi dini dan imbauan kamtibmas melalui para bhabinkamtibmas serta jajaran polsek.

Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh kejadian di wilayah lain.

Dia mengakui pengamanan dan pemeliharaan situasi kondusif tidak dapat dilakukan sendiri oleh pihak kepolisian, sehingga pihaknya mengajak seluruh unsur untuk bersinergi.

"Tentunya kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan dari pemerintah daerah, tokoh agama, para imam, dan para pendeta agar bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan aman, sehingga kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di daerah lain tidak berdampak di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan," ujar dia.



Pewarta: Abdul Fatah
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026