Ternate (ANTARA) - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menyampaikan bahwa aktivitas Gunung Dukono menurun, meski frekuensi letusannya hingga saat ini masih tinggi.
"Letusan Gunung Dukono agak menurun sejak kemarin. Namun frekuensi letusannya tercatat masih tinggi," kata petugas PGA Dukono Bambang Sugiono saat dihubungi dari Ternate, Selasa petang.
Dia menjelaskan, letusan Gunung Dukono sejak Senin (30/3) hingga saat ini belum ada laporan perihal dampak dari letusan ini terhadap warga di daerah itu.
"Sampai saat ini belum ada laporan mengenai dampak dari letusan tersebut," ujarnya.
Bambang mengatakan, sekitar pukul 16.23 WIT Gunung Dukono kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati hingga 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 10 mm dan durasi 45.94 detik," kata dia.
Dia menyatakan, saat ini status gunung api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut itu berada pada Level II atau Waspada.
Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan diimbau agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer.
"Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, maka masyarakat di sekitar Gunung Dukono diminta menyediakan masker, guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PGA : Aktivitas Gunung Dukono mulai menurun
Pewarta: Abdul FatahEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026