Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memperketat pengawasan lalu lintas komoditas tumbuhan dari Kabupaten Kepulauan Aru guna mencegah penyebaran Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) melalui jalur transportasi laut.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Kamis, mengatakan pengawasan dilakukan secara intensif terhadap seluruh media pembawa komoditas tumbuhan yang dilalulintaskan melalui Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, termasuk menggunakan KM Labobar dan KM Tatamailau.
“Pengawasan karantina terus kami perkuat sebagai bentuk komitmen memberikan perlindungan maksimal terhadap sumber daya hayati Indonesia, khususnya komoditas pertanian dan perkebunan yang dilalulintaskan melalui jalur laut,” katanya.
Ia menjelaskan, pengawasan tersebut merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi karantina dalam mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama maupun penyakit tumbuhan antarwilayah di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, petugas karantina melakukan pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik media pembawa, hingga memastikan kesesuaian jenis dan jumlah komoditas tumbuhan yang diangkut penumpang maupun pelaku usaha.
Menurut Willy, langkah preventif tersebut penting dilakukan mengingat Kepulauan Aru menjadi salah satu wilayah yang aktif dalam distribusi komoditas hasil pertanian dan perkebunan ke berbagai daerah di Maluku maupun luar provinsi.
“Melalui pengawasan yang ketat namun tetap humanis, karantina hadir untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap potensi penyebaran hama dan penyakit tumbuhan, sekaligus memastikan pelayanan optimal kepada seluruh pengguna jasa di Pelabuhan Yos Sudarso Dobo,” ujarnya.
Selain pengawasan langsung di lapangan, BKHIT Maluku juga terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat dan pengguna jasa terkait pentingnya kepatuhan terhadap aturan karantina sebelum melalulintaskan komoditas tumbuhan.
Ia menambahkan, upaya tersebut dilakukan untuk mendukung keamanan hayati, menjaga kelestarian sumber daya alam, serta memastikan arus distribusi komoditas antarwilayah tetap berjalan lancar dan aman.
“Pengawasan yang berkesinambungan menjadi bagian dari upaya Badan Karantina Indonesia melalui BKHIT Maluku dalam menghadirkan pelayanan karantina yang cepat, tepat, profesional, dan tetap mengedepankan perlindungan sumber daya hayati,” kata dia.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026