Ambon (ANTARA) -

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, meminta sistem kamera pengawas atau CCTV di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP) dapat terhubung langsung dengan pusat pemantauan pemerintah daerah sebagai upaya mencegah aksi bunuh diri di kawasan tersebut.

“Salah satu langkah konkret yang perlu didorong yakni optimalisasi CCTV di sepanjang kawasan JMP yang dapat terhubung langsung dengan ruang pusat pemantauan pemerintah daerah untuk mempermudah pengawasan dan penindakan,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Kota Ambon Ronald H Lekransy, di Ambon, Kamis.

Ia mengatakan, penguatan sistem pengawasan terpadu menjadi langkah penting agar pemantauan di kawasan JMP dapat dilakukan lebih maksimal dan responsif.

“Pemkot Ambon terus membangun koordinasi bersama seluruh pihak terkait agar pengawasan di kawasan JMP dapat dilakukan lebih maksimal dan responsif. Hal ini menindaklanjuti penjelasan Wali Kota Ambon, Bodewin M Wattimena, dalam berbagai pertemuan,” ujarnya.

Ia menilai pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan dini yang efektif. Karena itu, Lekransy mengusulkan penggunaan CCTV berbasis artificial intelligence (AI) agar mampu mendeteksi gerakan maupun perilaku mencurigakan secara otomatis.

“CCTV yang dipasang sebaiknya berbasis artificial intelligence (AI), sehingga mampu mendeteksi secara otomatis gerakan maupun perilaku yang mencurigakan. Misalnya, ada seseorang yang berdiri terlalu lama di tepi jembatan atau melakukan tindakan yang berisiko,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, sistem tersebut nantinya dapat memberikan peringatan cepat kepada petugas sehingga respons penanganan di lapangan bisa dilakukan segera ketika terdeteksi situasi darurat atau mengancam keselamatan.

Selain itu, Pemkot Ambon juga akan terus berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk memperoleh akses pemantauan CCTV yang terpasang di kawasan JMP.

“Karena JMP adalah kewenangan BPJN, maka akses ini penting agar pemerintah daerah dan aparat kepolisian dapat melakukan pengawasan secara langsung, terpadu, dan sinkron,” jelasnya.

Ia turut mengapresiasi kesigapan aparat TNI, Polri, dan masyarakat yang beberapa kali berhasil menggagalkan percobaan bunuh diri di kawasan JMP.

Ronald mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada pihak berwenang apabila melihat warga dengan kondisi emosional tidak stabil atau menunjukkan perilaku mencurigakan di sekitar jembatan.

Menurutnya, penanganan persoalan bunuh diri tidak cukup hanya melalui pengamanan fisik, tetapi juga membutuhkan perhatian keluarga dan dukungan sosial yang kuat.

“Keluarga harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarga yang mengalami tekanan mental maupun persoalan sosial. Begitu juga peran tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat sangat penting untuk membangun budaya kepedulian sosial,” katanya.

Ia berharap keterlibatan masyarakat, dukungan teknologi pengawasan yang andal, serta pendampingan psikologis yang berkelanjutan dapat berjalan bersinergi guna menekan dan mencegah percobaan bunuh diri di kawasan JMP.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026