Ambon (ANTARA) -
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, menggaungkan semangat perjuangan Kapitan Pattimura sebagai inspirasi membangun Maluku yang maju dan berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045 dalam peringatan ke-209 Hari Pahlawan Nasional Pattimura di Pattimura Park, Ambon.
“209 tahun yang lalu, Kapitan Pattimura berdiri memimpin perlawanan rakyat Maluku melawan penjajahan. Dengan keberanian, keteguhan, dan cinta kepada tanah air, beliau menunjukkan kepada dunia bahwa rakyat Maluku memiliki harga diri, martabat, dan semangat yang tidak pernah dapat ditaklukkan,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena di Ambon, Senin.
Upacara dipimpin Wali Kota Ambon sekaligus Upulatu Kota Ambon, Bodewin Wattimena yang pada kesempatan itu membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Dalam peringatan tersebut, masyarakat Maluku diajak merefleksikan kembali perjuangan Thomas Matulessy yang memimpin perlawanan rakyat Maluku melawan penjajahan 209 tahun silam.
Dengan mengusung tema “Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku yang Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan tahun ini disebut sebagai panggilan sejarah sekaligus pesan perjuangan lintas generasi.
Bodewin menekankan bahwa semangat perjuangan Pattimura harus diwujudkan dalam kehidupan masa kini melalui pendidikan, kerja keras, inovasi, persaudaraan, dan keberpihakan kepada rakyat.
“Kalau dulu Pattimura melawan penjajahan dengan parang, salawaku, serta keberanian, hari ini kita harus berjuang melawan kebodohan dengan pendidikan, melawan kemiskinan dengan kerja keras, melawan keterbelakangan dengan inovasi, melawan perpecahan dengan persaudaraan, dan melawan ketidakadilan dengan keberpihakan kepada rakyat,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Maluku harus bangkit menjadi daerah kepulauan yang kuat, mandiri, sejahtera, dan bermartabat agar tidak tertinggal dalam pembangunan nasional.
Beberapa agenda strategis nasional yang disebut menjadi peluang besar bagi Maluku antara lain pengembangan kilang gas alam Blok Masela, Maluku Integrated Port, serta perjuangan rancangan undang-undang daerah kepulauan yang sedang berproses di DPR RI dan DPD RI.
“Semua itu membutuhkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Di akhir sambutan, masyarakat Maluku diajak memperkuat persatuan dan menghilangkan rasa rendah diri sebagai orang Maluku.
“Jangan pernah merasa kecil menjadi orang Maluku. Justru kita harus bangga jadi orang Maluku, karena dari tanah rempah-rempah ini pernah lahir pejuang besar yang mengguncang dunia. Saya percaya, dari tanah ini pula akan lahir generasi emas yang akan membawa Maluku menuju masa depan yang gemilang,” ucap Bodewin.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Forkopimda Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku dan Kota Ambon, jajaran TNI/Polri, serta pimpinan OPD Provinsi Maluku dan Kota Ambon.
Pewarta: Winda HermanEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026