"Sesuai ketentuan, subsidi tersebut hanya akan dikenakan pada pelanggan 900 VA yang kurang mampu, namun yang mampu tidak akan diberikan bantuan subsidi. Jadi pelanggan 900 VA yang kurang mampu ditetapkan langsung oleh pemerintah pusat, datanya dikrosecek dan dikirim kembali ke pusat," kata Kepala PLN Ternate Awat Tohuloula di Ternate, Jumat.
Dia menambahkan untuk katagori tidak mampu tersebut akan dikroscek melalui survei Tim Nasional Penanggulangan kemisikinan.
Sedangkan, program tersebut telah diterapkan sejak Januari 2017 secara bertahap.
Jumlah pelanggan yang menggunakan listrik 900 VA berjumlah 179 ribu rumah tangga di Malut.
Dari data tersebut, katanya, tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan penambahan pelanggan sebab data itu masih awal. Jika ada penambahan data dari pemerintah lagi, PLN siap untuk melakukan survei kembali.
Bahkan dalam waktu dekat, PLN bersama Wali Kota Ternate akan melakukan peresmian penyalaan listrik di Batang dua, Kota Ternate dan dalam peresmian tersebut juga menyasar beberapa pelanggan yang terdaftar sebagi pelanggan kurang mampu.
"Dengan jumlah pelanggan secara keseluruhan di Kota Ternate yang mencapai 50 ribu, ada sebagian pelanggan yang tergolong yang kurang mampu," katanya.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026