Ketua TPID Kota Ternate, Tauhid Soleman di Ternate, Senin, mengatakan, kegiatan seperti ini dilakukan untuk mengantisipasi inflasi dan pengendalian harga, dan sudah disiapkan pada waktu penyusunan anggaran 2017.
"SKPD yang ada di TPID membuat rencana aksi penanggulangan inflasi Ternate pada 2017, mulai dari Januari sampai Desember," katanya.
Menurut dia, inflasi Kota Ternate cukup baik, tidak terjadi peningkatan signifikan sesuai hasil pertemuan TPID di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara.
Pertemuan itu dihadiri hampir seluruh SKPD terkait dan instansi vertikal seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Malut, Ditjen Perbendaharaan Malut, dan Perum Bulog.
Diungkapkan Tauhid, beberapa hal mengantisipasi inflasi yang akan dilakukan tahun ini antara lain penanaman cabai oleh Dinas Pertanian atau SKPD teknis, dan mungkin kerja sama antarwilayah untuk mengendalikan harga di pasar.
Ia mengakui, menjaga kestabilan harga di tingkat pengecer cukup sulit. Harga yang ditentukan petani cukup stabil, namun ketika naik di tingkat tengkulak dan naik lagi di tingkat pengecer harganya sudah jauh berbeda.
"Yang biasa dilakukan adalah mengkoordinir para tengkulak atau pedagang besar, termasuk pedagang besar barito juga berencana untuk mengatur atau mengkoordinirnya," katanya.
Para tengkulak sudah dapat mengedintifikasi pengecer mana yang menaikkan harga secara berlebihan, dan jika ada pengecer yang nakal akan dikenai denda atau pinalti.
"Selama ini kerja sama pedagang besar cukup baik, mereka memiliki kepedulian terhadap inflasi," katanya.
"Harapannya semua kalangan dapat untung. Jika pengecer dan petani untung, maka itu sangat berpengaruh terhadap kestabilan ekonomi," tambahnya.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.