Ternate (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Malut pada triwulan II-2019 sebesar 128,76, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

"Sedangkan, untuk tingkat optimisme konsumen pada triwulan II-2019 lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya," kata Kepala BPS Malut, Misfaruddin di Ternate, Selasa.

Oleh karena itu, dengan membaiknya kondisi ekonomi yang dirasakan konsumen pada triwulan II-2019 didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks sebesar 135,37 dan meningkatnya volume konsumsi barang/jasa dengan nilai indeks sebesar 129,69.

Sementara daya beli yang dilihat dari indeks pengaruh inflasi tidak berpengaruh terhadap tingkat konsumsi dengan nilai indeks sebesar 115,60.

Selain itu, untuk nilai ITK Malut pada triwulan III-2019 diperkirakan sebesar 97,97, artinya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan yang akan datang diperkirakan akan menurun.

Dimana, untuk penurunan kondisi ekonomi pada triwulan III-2019 disebabkan adanya perkiraan penurunan pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks sebesar 96,85 dan rencana pembelian barang tahan lama dengan nilai indeks sebesar 99,93.

Misfaruddin menambahkan, untuk ITK Malut pada triwulan II-2019 sebesar 128,76, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dengan tingkat optimisme yang lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK triwulan I-2019 sebesar 102,37).

Hal tersebut berdasarkan variabel pembentuk ITK, meningkatnya ekonomi konsumen (nilai indeks di atas 100) pada periode triwulan II-2019 didorong oleh peningkatan pendapatan dengan nilai indeks sebesar 135,37 dan meningkatnya volume konsumsi barang/jasa dengan nilai indeks sebesar 129,69. Sementara daya beli yang dilihat dari indeks pengaruh inflasi tidak berpengaruh terhadap tingkat konsumsi dengan nilai indeks sebesar 115,60.

Sedangkan, untuk angka indeks kelompok makanan pada triwulan II-2019 yang bernilai 144,11 menunjukkan peningkatan volume konsumsi dibandingkan triwulan sebelumnya dan peningkatan terjadi pada kedua sub kelompok yaitu sub kelompok bahan makanan sebesar 48,39 poin dan sub kelompok makanan jadi 40,09 poin bila dibandingkan triwulan sebelumnya.

Olehnya itu, kata Misfaruddin, jika kondisi ekonomi konsumen yang mengalami peningkatan pada triwulan II-2019 terjadi di seluruh provinsi di kawasan Sulampua. Provinsi Sulawesi Selatan merupakan provinsi dengan tingkat optimisme konsumen tertinggi yaitu sebesar 133,37 diikuti oleh konsumen di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara dengan nilai indeks masing-masing sebesar 130,79 dan 128,76.

Dirinya perkirakan kondisi ekonomi konsumen di sebagian besar provinsi pada kawasan Sulampua mengalami penurunan pada triwulan III-2019, diantara 10 provinsi di kawasan tersebut, Provinsi Maluku merupakan provinsi dengan tingkat optimisme konsumen tertinggi yaitu sebesar 108,18 diikuti oleh konsumen di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dengan nilai indeks masing-masing sebesar 104,02 dan 103,82.


 

Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Lexy Sariwating

COPYRIGHT © ANTARA 2026