Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) asal Belanda akan memasang peralatan penangkap sampah pada tiga sungai sungai di Kota Ambon.

"Pemasangan perangkap sampah pada tiga sungai besar di Kota Ambon bekerja sama dengan LSM Clearrivers asal Negara Belanda," kata Kepala DLH Maluku Roy Syauta, di Ambon, Rabu.

Mesin perangkap sampah akan dipasang pada tiga sungai besar di ibu kota Provinsi Maluku itu, yakni Wai Ruhu di desa Galala, Wai Batu Merah dan Wai Batu Gantong.

Pemasangan mesin perangkap sampah ini dinilai lebih efektif untuk menangkap sampah yang dibuang masyarakat dan terbawa dari hulu sungai hingga ke hilir, kemudian dipilah oleh pertugas dan diangkut menuju tempat pembuangan akhir (TPA).

Pemasangan mesin perangkap sampah, menurutnya, dijadwalkan pada Oktober 2020 karena harus menunggu pengiriman peralatan dari Negara Kincir Angin itu.

"Kami sedang mempersiapkan dokumen penunjang yang diperlukan sambil menunggu mesin yang dikirim tiba di Ambon, di samping koordinasi dengan pimpinan LSM di Belanda," katanya.

Dia berharap dengan pemasangan mesin penangkap sampah itu lebih efektif mengendalikan sampah yang terbawa dari sungai dan masuk ke laut, terutama di Teluk Ambon.

"Selama ini kami memasang jaring pada lima sungai yang ada di Kota Ambon, tetapi keberadaannya tidak mampu untuk menampung sampah yang terbawa, terutama saat musim penghujan. Mudah-mudaha dengan peralatan ini dapat mengendalikan sampah yang terbawa ke laut," katanya.

Baca juga: Komunitas lingkungan bersihkan 3.891 kg sampah di Pantai Passo Ambon, patut diapresiasi

Pewarta: Jimmy Ayal

Editor : Moh Ponting


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2022