Ternate, 27/4 (Antara Maluku) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara menyediakan lahan seluas 10.000 hektare dalam rangka mendukung progres penghimpunan petani lima tahun ke depan untuk peningkatan produksi komoditi unggulan.

"Rencananya 10.000 hektare untuk penanaman kelapa, cengkih, coklat dan pala itu merupakan progres lima tahun kedepan yang diberikan di pulau Mangoli dan Sula," kata Wakil Bupati Kepsul, Zulfahri Duwila, di Ternate, Kamis.

Dia mengatakan, masyarakat di wilayah Kepsul dan Mangole kebanyakan menjual hasil buminya ke Banggai, Sulawesi Tengah karena pembeli atau pengusaha pengumpul yang ada di sana membeli dengan harga yang relatif mahal dibandingkan di daerah itu.

"Kita tidak bisa membatasi masyarakat menjual hasil komoditi seperti, kopra, cangkih, pala dan lainnya karena harga yang ada di Sula relatif murah dibandingkan dengan di Banggai," ujar Zulfahri.

Dia mengemukakan, Pemkab Kepsul akan mengupayakan untuk melakukan kerjasama dengan perusahan yang ada diluar dalam mendukung pertumbuhan perekonomian yang ada di daerah ini untuk peningkatan perekonomian dari hasil komoditi perkebunan.

Sehingga, kalau ada pihak dari luar ingin masuk untuk membeli langsung produksi unggulan, maka harus membuka diri kepada investor maupun pengumpul jika menjanjikan kenaikan harga.

"Pemkab Kepsul akan mengupayakan agar hasil bumi ini menjadi hasil produksi unggulan sehingga nilai ekonominya lebih tinggi dari saat ini," kata Zulfahri.

Dia menambahkan, harga komoditi perkebunan di Kepsul relatif rendah karena transportasi jauh dari sumber industiri, sehingga dibeli dengan harga murah, kendati demikian bukan berarti harus pasrah.

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2017