Ambon, 28/11 (Antara Maluku) - Petahana Gubernur Maluku Said Assagaff memastikan berpasangan dengan Andreas Rentanubun sebagai bakal calon wagub untuk mengikuti pilkada pada 27 Juni 2017.

"Saya dan Andreas telah diberikan rekomendasi oleh Partai Golkar maupun Demokrat yang masing-masing enam kursi di DPRD Maluku, maka tidak ada alasan untuk mendaftar di KPU, selanjutnya mengikuti tahapan Pilkada 2018," kata Said yang dikonfirmasi di Ambon, Selasa.

Apalagi Said telah diberikan rekomendasi oleh DPP PKS sebagai Balon Gubernur Maluku sehingga tinggal menetapkan wagub yang pastinya dengan Andreas, menyusul diusung Partai Golkar maupun Demokrat.

"Saya di birokrasi hampir 40 tahun dan Ketua DPD Partai Golkar Maluku sehingga mengetahui benar kondisi partai politik yang memberikan rekomendasi berdasarkan hasil survei maupun menilai kinerja kandidat selama mengemban tugas," ujarnya.

Said bahkan memastikan ada satu parpol dengan keterwakilan kursi di DPRD Maluku tergolong besar menawarkan memberikan rekomendasi yang telah ditandatangani ketua umum.

"Saya sebenarnya dimintakan berangkat ke Jakarta, kemarin (Senin), hanya untuk menerima rekomendasi tersebut. Namun karena kesibukan kerja sehingga membatalkan berangkat dan memutuskan biarlah rekomendasi itu diberikan kepada kandidat lainnya sehingga mencerminkan politik dinamis di pilkada Maluku," katanya.

Didesak rekomendasi PDI Perjuangan, dia menjelaskan, itu kewenangan parpol tersebut dengan legalitas utama di Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri.

"Saya menghargai keputusan PDI Perjuangan bila memberikan rekomendasi. Hanya saja, wagubnya tidak bisa lagi dari PDI Perjuangan karena tidak mungkin mengkhianati Andreas," ujar Said.

Dia juga menangguhkan rencana deklarasi bersama Andreas pada 29 November 2017 karena mempertimbangkan waktu yang tepat.

"Saya memang berulang tahun ke-64 pada 29 November 2017. Namun ditangguhkan karena ada sejumlah parpol yang masih memproses pemberian rekomendasi sehingga nanti dijadwalkan waktu tepat untuk deklarasi," kata Said.

Pilkada Maluku 2018 kemungkinan hanya dua pasangan bakal calon wubernur dan wagub menyusul Komandan Korps Brimob Irjen Pol Murad Ismael telah direkomendasikan Partai Nasdem, Partai Hanura, PKB dan PKPI sebagai bakal calon gubernur.

Sedangkan pasangan bakal calon gubernur dan wagub dari jalur perseorangan tidak ada. KPU Maluku membatalkan Herman Koedoeboen - Abdullah Vanath yang berdasarkan hasil perhitungan tim ternyata hanya memiliki 99.203 dari 165.151 persyaratan dukungan yang disampaikan pada Minggu (26/11) malam pukul 21.30 WIT.

Pewarta: Alex Sariwating

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2017