Ambon, 2/5 (Antaranews Maluku) - Komisi B DPRD Maluku menyoroti kerusakan Jalan Sisingamangaraja, di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon sehingga warga melakukan aksi demonstrasi pada 26 April 2018.

"Kerusakan jalan yang mengakibatkan masyarakat resah sehingga melakukan demonstrasi itu karena Balai Pengembangan Jalanan Nasional (BPJN) kurang serius melakukan pemeliharaan," kata Ketua Komisi B DPRD Maluku, Evert Kermitte, di Ambon, Rabu.

Dia mensinyalir kerusakan jalan yang lokasinya tepat di pertigaan samping kantor SPN Passo itu pengerjaannya tidak sesuai bestek sehingga kualitasnya tidak seperti yang diharapkan.

"Kan baru pengerjaan peningkatan kualitas jalan kok belum apa - apa sudah mengalami kerusakan sehingga perlu ditelusuri pihak berwenang," ujar Evert.

Politisi PDI Perjuangan ini memandang perlu polisi maupun kejaksaan melakukan investigasi terhadap kerusakan jalan tersebut sehingga bila menemukan indikasi ketidakberesan, maka dilakukan penyelidikan karena mengakibatkan terjadi kerugian negara.

"Dampaknya kan masyarakat yang mengalami sehingga menimbulkan keresahan dan akhirnya melakukan aksi demonstrasi berdampak terhadap aktivitas lalu lintas, baik dari dalam maupun keluar kota Ambon," kata Evert.

Sebelumnya, ratusan masyarakat melakukan aksi demonstrasi dengan menutup jalan pertigaan sebagai aksi dari maupun keluar kota Ambon serta akses ke wilayah kecamatan Leitimur Selatan.

Mereka memblokir jalan dengan berbagai material, bahkan menanam pohon pisang.

Warga mengancam bila tuntutan tidak disikapi, maka melakukan pemblokiran lagi.

Pantauan Antara, Dinas PU Maluku telah membenahi kerusakan jalan tersebut pada 28 April 2018.

Pewarta: Alex Sariwating

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2018