"Pencarian telah kami hentikan dan sekarang dilanjutkan dengan pemantauan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional Ambon Mustari di Ambon, Selasa.
Menurut dia, penutupan operasi SAR untuk mencari korban dilakukan setelah tim SAR gabungan dari Basarnas Ambon melakukan pencarian selama enam hari dengan menyisir aliran Sungai Ruata, termasuk menggunakan alat berat ekskavator untuk membongkar tumpukan kayu gelondongan namun hasilnya nihil.
Baca juga: Tim SAR tutup operasi pencarian 25 ABK KM Hentri, begini penjelasannya
Informasi hilangnya Adam didapatkan dari laporan Babinsa Makariki, (Malteng) Deni Lasol bahwa korban bersama tiga rekannya baru pulang mencari kayu di hutan lalu menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit.
Namun derasnya aliran sungai akibat banjir menyebabkan mereka terjatuh dan tiga orang berhasil menyelamatkan diri ke tepian, sementara satu korban terseret banjir.
Baca juga: Satu orang hilang saat melaut di perairan Filonga, Malut, begini penjelasannya
Teman korban menjelaskan masih sempat melihat korban terbawa arus sungai namun sesampainya di sekitar area penumpukan kayu loging, korban terisap ke dalam pusaran air yang berada di tumpukan kayu tersebut.
"Upaya pencarian pun sudah dilakukan oleh masyarakat namun hasilnya nihil dan baru diinformasikan ke Kantor Basarnas Ambon pada Rabu (29/9)," kata Mustari.
Baca juga: Tim SAR belum temukan bocah terseret arus drainase, orang tua lalai
Pewarta: Daniel LeonardEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026