Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Maluku bekerja sama dengan Bank Indonesia Ambon akan menggelar sosialisasi dan bazaar intermediasi perbankan dan kredit usaha rakyat bagi para sarjana yang belum bekerja.
Kepala Seksi Pemberdayaan Sektor Riil dan UKM BI Ambon Jacob Leunufna mengatakan di Ambon, Kamis, kegiatan yang akan berlangsung pada Jumat (11/3) di Gedung DPRD Maluku itu merupakan program Dinas Koperasi dan UKM dengan dukungan bank-bank pelaksana kredit yang menyertakan para debiturnya yang sudah sukses berwirausaha untuk berpartisipasi memamerkan hasil produksi masing-masing.
"Kegiatan itu bertujuan mendorong dan melatih para wirausahawan baru agar memiliki keterampilan berwirausaha serta mampu mengakses permodalan dari perbankan berupa kredit, antara lain KUR," kata Jacob Leunufna kepada ANTARA di Ambon.
Dia mengatakan, ada enam bank pemberi kredit yang ikut dalam ajang promosi tersebut yakni Bank Mandiri, Bank Maluku, BRI, BNI, BTN dan Syariah Mandiri. Masing-masing bank menyertakan dua debitur.
Sementara bank-bank lain yang bukan pemberi kredit juga turut berpertisipasi dengan menampilkan produk masing-masing. Para UKM binaan bank-bank itu juga disertakan untuk memamerkan hasil produksi mereka.
Menurut Jacob, selain menggelar pameran dan bazaar hasil produksi para debitur dan UKM, kegiatan yang hanya berlangsung sehari itu juga berisi sosialisasi KUR kepada para sarjana yang belum bekerja dan mau berwirausaha.
"Sosialisasi KUR dan bazaar dilaksanakan terpisah, tapi dalam gedung yang sama. Pada akhir sosialisasi akan ada penandatanganan kredit antara enam bank pelaksana dengan 12 debitur di depan Menteri Negara Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan," katanya.
Dia berharap, acara itu dapat mendorong animo masyarakat khususnya para sarjana untuk menciptakan lapangan kerja sendiri melalui UKM.
Selain itu, produk-produk UKM dan para debitur dapat dikenal luas agar mereka makin berkembang.
Pada 2010, realisasi KUR untuk UKM di Maluku sebesar Rp249,5 miliar yang dialokasikan kepada 16.104 debitur. Dari total pinjaman itu hanya 2,15 persen yang mengalami "non-performing loan" atau kredit macet.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026