Pemukulanberawal saat demonstran memaksa masuk ke kantor Gubernur Maluku, tapi dihalangi personil polisi maupun satuan polisi pamong praja (Satpol PP) sehingga mereka berusaha menutup Jalan Sultan Khairun.
Kapolres yang melerai aksi tersebut agar aktivitas lalulintas tidak macet total tiba - tiba ditarik sejumlah oknum demonstran dan dipukul beberapa kali sebelum dilerai personil polisi maupun Satpol PP.
Aksi tersebut mengakibatkan topi dan kaca mata Kapolres terjatuh sehingga menyulut emosi dari stafnya sehingga berbalik memukul sejumlah demonstran.
Akibatnya Jaklin Letsoin mahasiswa IAIN Ambon terjatuh dan terpaksa harus diamankan ke pos jaga kantor Gubernur Maluku untuk mendapatkan perawatan sementara dari rekan - rekannya.
"Dia dipukul polisi, padahal dia sebenarnya bermaksud melerai rekan-rekan demonstran agar tidak anarkis," ujar temannya yang tidak bersedia menyebutkan identitas.
Setelah Jaklin yang hampir pingsan itu ditangani rekannya, selanjutnya dibawa dengan angkot menuju rumah sakit untuk divisum.
Demonstran tidak berhasil menemui satu pun pejabat di kantor Gubernur Maluku karena aksi unjuk rasa bertepatan dengan waktu shalat Jumat.
Para demonstran kemudian memutuskan melaksanakan shalat Jumat di Monumen Perdamaian Dunia, yang jaraknya dari kantor Gubernur Maluku hanya sekitar 50 meter.
Pengunjuk rasa sebelum berorasi di pintu masuk kantor Gubernur Maluku arah Barat ternyata telah mematahkan pintu masuk di bagian belakang fasilitas Pemprov setempat.
Sejumlah demonstran mengancam akan kembali berunjuk rasa pada pekan depan dengan jumlah peserta ratusan orang.
"Kami akan menggalang kekuatan dengan melibatkan rekan - rekan dari perguruan tinggi lainnya di kota Ambon untuk menolak kenaikan harga BBM pada 1 April nanti," teriak demonstran sebelum berlalu dari depan pintu masuk kantor Gubernur Maluku.
Kapolres belum bersedia dikonfirmasi karena sedang mengatur personel untuk mengantisipasi kemungkinan aksi unjuk rasa.
Kepala Kesbangpol, AR Uluputty yang biasa dipercaya menangani aksi unjuk rasa saat dihubungi melalui telpon genggam menyatakan telah berada di Mesjid Raya Alfatah untuk shalat Jumat.
Aksi unjuk rasa dari komponen mahasiswa maupun OKP untuk menentang kenaikan harga BBM di Ambon telah berlangsung sejak pekan lalu.
Pewarta: Lexy Sariwating: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026