Ambon (ANTARA) - Satuan Brimob Polda Maluku menyiagakan satu peleton personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor untuk mengantisipasi potensi bencana alam di Kota Ambon seiring dengan curah hujan yang meningkat.

“Langkah ini diambil guna menghadapi kemungkinan banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang,” kata Komandan Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku Iptu Andi Kasnan di Ambon, Senin.

Ia mengatakan kesiapsiagaan personel tidak hanya untuk bencana alam, tetapi juga menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Siaga personel dilakukan untuk memastikan kesiapan anggota apabila sewaktu-waktu terjadi bencana atau gangguan kamtibmas, sehingga bisa segera digerakkan," ujarnya.

Personel yang disiagakan terdiri atas dua regu tim anti anarkis dan satu regu tim SAR, dipimpin langsung oleh Danton 3, Aipda F Haurissa. Selain personel, perlengkapan operasional juga telah dicek dan disiagakan agar berfungsi optimal saat digunakan di lapangan.

Andi mengatakan kesiapsiagaan ini juga bagian dari respons cepat terhadap permintaan dari satuan kewilayahan maupun laporan masyarakat.

"Ketika terjadi gangguan atau bencana di suatu tempat, kita pastikan personel dapat bergerak cepat membantu masyarakat," katanya.

Ia menegaskan pola siaga akan dilakukan secara bergiliran dan menyesuaikan dengan situasi di lapangan. Dengan sistem rotasi ini, kesiapan fisik dan mental anggota tetap terjaga untuk merespons cepat bila terjadi kondisi darurat.

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Bila melihat tanda-tanda bencana atau kondisi membahayakan, warga diminta segera melapor ke pos polisi terdekat agar dapat ditindaklanjuti secara cepat oleh tim yang disiagakan.

Sebelumnya, sejumlah kawasan di Kota Ambon mengalami banjir dan longsor sejak Juni 2025. Musibah ini terjadi akibat cuaca buruk disertai hujan deras sejak pagi hingga sore hari. Akibatnya rumah warga terendam banjir dan ada pula tertimpa material longsor.

Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, tanah longsor terjadi di empat kecamatan, yaitu Sirimau, Teluk Ambon, Baguala, dan Leitimur Selatan.

Titik longsor terbanyak di Kecamatan Sirimau dengan total 22 titik. Di kawasan ini, longsor terjadi di beberapa lokasi, antara lain enam titik di Kelurahan Hative Kecil, tujuh titik di Kelurahan Batu Mejah, serta masing-masing dua titik di Negeri Batu Merah dan Karang Panjang.

Di Kecamatan Leitimur Selatan, longsor terjadi di Negeri Kilang, sedangkan di Kecamatan Teluk Ambon dan Baguala, longsor terjadi di Kelurahan Hila dan Passo.

Banjir melanda sejumlah titik di Kota Ambon, termasuk kawasan Batu Merah, Mardika, Talake, Passo, Waiheru, dan beberapa area lainnya. Banjir juga merendam sejumlah jalan utama di kota tersebut.

Hujan deras dan cuaca buruk juga mengakibatkan pohon tumbang di beberapa lokasi, seperti di depan kampus PGSD dan depan Dian Pergiwi. Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat pohon tumbang tersebut.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026