Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku membekali anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Saniri Negeri se-Kota Ambon Pelatihan Bela Negara untuk penguatan kapasitas dalam menjalankan tugas di tingkat desa/negeri.
“BPD dan Saniri Negeri perlu mengetahui secara jelas fungsi dan kedudukannya agar dapat bersama-sama mengawasi penyelenggaraan pemerintahan desa,” kata Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, di Ambon, Kamis.
Saniri merupakan lembaga adat yang terdapat pada negeri atau desa adat di Maluku memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan negeri, khususnya mengayomi adat istiadat dan hukum adat.
Selain itu, Saniri juga berperan sebagai forum komunikasi dan sarana penyelesaian masalah publik di tingkat negeri.
Pelatihan diselenggarakan oleh Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Maluku.
Menurut dia pelatihan ini untuk meningkatkan pemahaman, wawasan, dan kemampuan BPD dan Saniri dalam menjalankan peran strategis sebagai mitra pemerintah desa dan pengawas kebijakan publik di tingkat lokal.
Ia menegaskan BPD dan Saniri memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat demokrasi lokal dan mendorong pembangunan desa yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Karena itu, pelatihan ini juga dimaknai sebagai upaya membangun semangat nasionalisme dan bela negara dari akar rumput.
“Kegiatan ini bukan hanya forum teknis, tetapi juga bagian dari pembinaan jiwa nasionalisme dan tanggung jawab kebangsaan dalam membangun desa sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan ini dapat mendukung salah satu dari 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon, khususnya penataan birokrasi desa yang kapabel, profesional, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Sementara itu, Ketua PABPDSI Maluku Bakri Ely, menyampaikan kegiatan serupa telah dilakukan di Kabupaten Seram Bagian Barat, Buru, dan Maluku Tengah.
Ia berharap pelatihan ini membawa kontribusi nyata bagi kemajuan desa/negeri di Maluku, termasuk Kota Ambon.
Pewarta: Winda HermanEditor : Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026