Ambon (ANTARA) -

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, menyiapkan sebanyak 650 agen berasal dari unsur aparatur sipil negara (ASN) dan tokoh agama sebagai penghubung antara sistem digital dan masyarakat untuk mendukung percepatan digitalisasi bantuan sosial (bansos).

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Ambon dalam memastikan penyaluran bansos berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan efisien melalui sistem berbasis digital setelah penetapan Ambon sebagai salah satu dari 41 daerah lokus uji coba (piloting) program tersebut,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon Ronald Lekransy, di Ambon, Senin.

Para agen ini bertugas melakukan pendataan dan penginputan data warga, membantu verifikasi lapangan, mensosialisasikan program, serta mendampingi masyarakat dalam penggunaan aplikasi bansos digital.

“Keberhasilan digitalisasi bansos sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, termasuk agen lapangan sebagai ujung tombak yang memastikan program ini berjalan efektif di masyarakat,” kata Ronald.

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis juga kini bergerak memenuhi berbagai persyaratan administratif dan teknis, dengan melibatkan kecamatan hingga kelurahan dalam proses persiapan.

Ia menambahkan digitalisasi bansos merupakan langkah strategis dalam memperbaiki tata kelola bantuan sosial di daerah.

“Melalui sistem digital, potensi kebocoran dapat diminimalkan, distribusi bantuan menjadi lebih cepat, dan penerima manfaat benar-benar sesuai dengan data yang valid,” ujarnya.

Ia menjelaskan, digitalisasi bansos memiliki sejumlah sasaran utama, di antaranya peningkatan akurasi data penerima, transparansi dan akuntabilitas karena seluruh proses tercatat secara digital, serta efisiensi dalam penyaluran bantuan. 

Selain itu, integrasi antarinstansi menjadi kunci penting untuk menghindari tumpang tindih data dan mempermudah pengawasan secara real-time oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Dalam implementasinya, tiga OPD memiliki peran krusial, yakni Dinas Sosial sebagai leading sector yang mengelola Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang memastikan keakuratan data identitas melalui NIK, serta Kominfosandi yang menyiapkan infrastruktur dan sistem keamanan digital.

Pemkot Ambon optimistis dengan bersinergi, implementasi digitalisasi bansos dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pemerintah.



Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026