Ambon (ANTARA) -
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, menyiapkan penataan kawasan pesisir Teluk Ambon secara terencana dan terintegrasi melalui pembangunan Pasar Batu Merah sebagai bagian dari konsep "waterfront city" atau kota tepi laut.
"Pembangunan di sepanjang pesisir Teluk Ambon harus dilakukan secara presisi guna menjaga keindahan kawasan sekaligus mendukung penataan kota yang lebih baik," kata Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena di Ambon, Rabu.
Ia menjelaskan Pemkot Ambon telah menyiapkan perencanaan terintegrasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang di kawasan tepi pantai, termasuk pembangunan Pasar Negeri Batu Merah sebagai bagian dari penataan tersebut.
"Dalam rencana pembangunan ke depan, sudah kita buat perencanaan yang terintegrasi untuk memastikan pemanfaatan ruang tepi pantai ini dilakukan dengan baik, termasuk salah satunya pembangunan Pasar Negeri Batu Merah," ujarnya.
Menurut dia, pembangunan pasar tersebut tidak sekadar mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menata kawasan agar lebih tertib dan rapi.
Pemkot juga menargetkan tidak ada lagi lapak pedagang yang menempati badan jalan di sepanjang kawasan Batu Merah hingga Pantai Mardika.
"Kami berharap pembangunan pasar ini akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus kawasan ini lebih tertib, rapi dan tidak ada lagi lapak-lapak di sepanjang Jalan Batu Merah dan Pantai Mardika," katanya.
Selain itu, Wali Kota menyoroti persoalan sampah pasar yang selama ini masih banyak dibuang ke laut. Ia berharap kehadiran pasar baru dapat menjadi solusi melalui sistem pengelolaan yang lebih baik.
"Pasar ini mesti memastikan bahwa tidak ada ruang untuk membuang sampah di laut dan pengelolaannya dilakukan secara baik supaya mendukung semua yang sudah kita rencanakan," tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendukung pembangunan Pasar Batu Merah untuk menata kawasan pesisir Kota Ambon.
Menurut dia, meskipun pasar tersebut berpotensi menjadi pesaing aktivitas perdagangan yang sudah ada, kepentingan masyarakat dan penataan kota menjadi prioritas utama.
"Karena kita cinta rakyat Kota Ambon dan ingin wajah kota ini lebih baik, maka kita tinggalkan soal persaingan. Selama didukung Raja Batu Merah dan Wali Kota, saya pasti mendukung," ujarnya.
Ia menambahkan, konsep "waterfront city" diharapkan tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat, termasuk melalui pengelolaan kebersihan dan sanitasi kawasan yang lebih baik.
Proyek Pasar Batu Merah ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan dan akan dilengkapi 597 kios serta delapan unit pujasera di lantai dua guna mengakomodasi berbagai jenis usaha.
Pewarta: Winda HermanEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026