Ambon (ANTARA) -
Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Nusantara Jaya Kota Ambon membuka audisi vokalis religi bagi generasi muda sebagai upaya membangun ekosistem seni Islam sekaligus mendukung Ambon sebagai Kota Musik.
“Lasqi Kota Ambon membuka audisi bagi anak-anak dan remaja yang memiliki bakat vokal untuk mengikuti seleksi pada cabang vokalis dan pop religi,” kata Ketua DPD Lasqi Nusantara Jaya Kota Ambon Abas Rumadan di Ambon, Senin.
Ia mengatakan, audisi ini menyasar talenta muda di dua kecamatan, yakni Sirimau dan Nusaniwe, dengan tujuan membina potensi seni Islami sejak dini, sekaligus membentuk karakter mental dan spiritual generasi muda.
Ia juga menjelaskan, ajang ini menjadi ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan kemampuan olah vokal di jalur religi.
Panitia menyiapkan sejumlah kategori lomba yang dapat diikuti peserta putra dan putri, yakni Bintang Vokalis kategori anak-anak dan remaja serta Pop Religi kategori anak-anak dan remaja.
Pendaftaran audisi telah dibuka sejak 1 April hingga 15 April 2026. Peserta yang mendaftar akan mengikuti technical meeting pada 16 April 2026, sebelum tampil pada tahap audisi yang dijadwalkan berlangsung pada 18–19 April 2026.
Menariknya, proses pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis, sehingga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat.
“Pendaftaran audisi ini gratis, tidak dipungut biaya apa pun. Kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta,” ujar Abas.
Melalui kegiatan ini, ia berharap dapat melahirkan bibit-bibit baru yang tidak hanya memiliki kemampuan vokal, tetapi juga berperan dalam melestarikan musik Islami di Kota Ambon.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi Ambon sebagai Kota Musik Dunia dengan menghadirkan ragam ekspresi seni, termasuk musik religi yang memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat di tengah masyarakat.
Selain itu, audisi ini menjadi langkah awal dalam menciptakan regenerasi pelaku seni Islami di Kota Ambon, sehingga keberlangsungan seni qasidah dan pop religi tetap terjaga serta mampu berkembang mengikuti zaman.
Pewarta: Winda HermanEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026