Ternate (ANTARA) - Kakanwil  Kemenkum Malut, Budi Argap Situngkir mendukung penguatan kesadaran para pegawai tentang keamanan siber. 

Serangan siber yang pernah mengganggu Pusat Data Nasional (PDN), lanjut Argap Situngkir menjadi pelajaran berharga bagi entitas pemerintah khususnya Kemenkum. 

“Literasi digital khususnya dalam mengantisipasi ancaman keamanan siber perlu diperkuat oleh pegawai khususnya di bidang TI di lingkungan Kementerian Hukum,” ujar Argap Situngkir. 

Melalui kegiatan sosialisasi dari Pusdatin, para peserta diharapkan dapat memahami pentingnya keamanan SPBE, mengenali berbagai potensi ancaman, serta mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Hukum (Kemenkum), Rifqi Ardian Kriswanto menyampaikan di era tranformasi digital saat ini keamanan siber bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan yang mendasar. Ancaman terhadap keamanan data dan sistem bukan hanya berisiko menimbulkan gangguan teknis tetapi juga dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat.

“Serangan siber tidak mengenal batas waktu dan tempat, setiap celah apapun bisa dimanfaakan pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, kesadaran bersama menjadi kunci utama dalam menjaga keutuhan keamanan SPBE Kementerian Hukum,” ujar Rifqi secara virtual pada kegiatan Sosialisasi Kesadaran Keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Rabu (27/8). 
 



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026