Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon mulai mendigitalisasi sistem informasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mencontoh praktik serupa yang telah lebih dulu diterapkan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ketua Pengelola KKN Unpatti, Samuel Ritiauw di Ambon, Kamis menyampaikan apresiasi atas keberhasilan realisasi SIP KKN yang telah lama disusun.
“SIP KKN merupakan cita-cita lama pengelola dan kini sudah terwujud. Kami memberikan apresiasi kepada Ketua LPPM karena mampu merealisasikan sistem ini untuk angkatan ke-52,” ujarnya.
Ia mengatakan, melalui SIP KKN seluruh proses administrasi mulai dari pendaftaran, komunikasi, unggah laporan akhir, hingga akses nilai kini dapat dilakukan secara digital.
“Dengan adanya aplikasi ini, mahasiswa tidak perlu lagi antre memasukkan laporan. Semua dilakukan secara online. Nilai juga bisa langsung diunduh untuk arsip pribadi mahasiswa,” tambah Ritiauw.
Dirinya menjelaskan, berdasarkan data terbaru menunjukkan sebanyak 2.074 mahasiswa mengikuti KKN angkatan ke-52, yang mana 2.003 mahasiswa telah tervalidasi melalui SIP KKN, sementara puluhan lainnya masih diberi kesempatan melengkapi dokumen.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unpatti, Stev Huliselan, menegaskan penerapan sistem ini merupakan hasil kerja kolektif tim.
“Sistem ini hadir bukan hanya untuk mempermudah mahasiswa, tetapi juga memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses akademik,” katanya.
Berkaitan dengan hal itu Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Dominggus Male, menekankan bahwa KKN tidak hanya soal administrasi, tetapi juga substansi pengabdian mahasiswa.
Ia mengingatkan pentingnya mahasiswa menjadikan KKN sebagai wahana belajar bersama masyarakat.
“Makna KKN itu diterjemahkan sebagai belajar dari masyarakat dan memberikan pelajaran kepada masyarakat. Inilah bukti pengabdian dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelasnya.
Menurut Male, KKN kali ini disesuaikan dengan karakteristik sosial masyarakat Maluku. Mahasiswa diharapkan berperan sebagai mediator sekaligus agen intelektual di tengah potensi persoalan sosial yang muncul, termasuk dinamika di media sosial.
Penerapan SIP KKN juga dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu akademik Unpatti. Selain efisiensi administrasi, sistem ini memungkinkan monitoring dan evaluasi program secara lebih terukur, sekaligus memperkuat posisi Unpatti sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026