Ambon (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon berhasil menjual sebanyak 3.000 buah batako press hasil karya warga binaan kepada masyarakat.
“Produk unggulan ini merupakan hasil kegiatan kerja melalui sarana asimilasi dan edukasi yang digelar sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian,” kata Kepala Lapas Ambon S Hendra Budiman di Ambon, Kamis.
Ia mengatakan, batako-batako tersebut diproduksi langsung oleh warga binaan di bawah pengawasan petugas, menggunakan peralatan yang tersedia di sarana asimilasi. Kualitas yang kokoh serta harga yang kompetitif membuat produk ini diminati masyarakat, terutama untuk kebutuhan pembangunan rumah dan fasilitas umum.
Harga batako prss tersebut juga kompetitif dengan produksi dari luar lapas yakni Rp2.000 per buah dan dapat ditawar atas kesepakatan lapas dan pihak pembeli tergantung jumlah pesanan.
“Penjualan ini menunjukkan bahwa pembinaan melalui sarana asimilasi dan edukasi bukan hanya berdampak positif bagi warga binaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar dia.
Melalui penjualan batako press tersebut dirinya mengatakan terus mendorong warga binaan untuk aktif dan produktif.
“Terjualnya 3.000 batako ini adalah bukti bahwa hasil karya mereka memiliki nilai dan daya saing di masyarakat,” katanya.
Kegiatan itu juga menjadi bagian dari program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yakni Penguatan dan Peningkatan Pendayagunaan Warga Binaan untuk Menghasilkan Produk UMKM. Program tersebut bertujuan mendorong warga binaan agar lebih produktif serta mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi yang dapat bersaing di pasar lokal maupun nasional.
Sementara itu, alah satu pembeli batako press, Yanto, memberikan testimoni positif. Menurut dia, batako produksi Lapas Ambon kuat dan rapi, cocok sekali untuk pembangunan tembok rumah.
“Saya tidak menyangka kalau ini hasil karya warga binaan, kualitasnya tidak kalah dengan produk pabrik,” ujar dia.
Dengan keberhasilan itu, Lapas Ambon berharap dapat terus memperluas jangkauan pemasaran produk warga binaan dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, sehingga pembinaan kemandirian dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan warga binaan itu sendiri.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026