Ambon (ANTARA) -  

PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon, Maluku, memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) demi memastikan keselamatan pelayaran, terutama memasuki periode cuaca ekstrem pada musim barat.

“Kami selalu memperbaharui data ramalan cuaca dari BMKG dan berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) maupun Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) setempat ketika kondisi cuaca tidak bersahabat,” kata General Manager (GM) ASDP Ambon Syamsuddin Tanassy, di Ambon, Selasa. 

Ia menjelaskan, koordinasi intensif juga dilakukan di lintasan rawan seperti Hunimua–Waipirit, yang kerap dipengaruhi angin barat daya pada Desember. Komunikasi antara supervisor di Hunimua dan Waipirit terus berjalan untuk memonitor kondisi lapangan.

“Apabila terjadi cuaca buruk, bersama petugas KSOP setempat kami menunda keberangkatan kapal. Bukan diikat, tetapi ditunda sampai cuaca membaik. Biasanya penundaan 1–2 jam,” ujarnya.

Menurut ASDP, keputusan penundaan keberangkatan merupakan langkah mitigasi penting karena jarak lintasan Hunimua–Waipirit yang relatif pendek membuat risiko pelayaran meningkat signifikan saat cuaca ekstrem.

Prosedur ini diterapkan untuk meminimalkan potensi kecelakaan di laut. ASDP Ambon juga mengimbau pengguna jasa untuk memahami kebijakan penundaan jika terjadi kondisi cuaca buruk.

Perusahaan menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak kapal tetap menjadi prioritas utama selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru maupun musim cuaca ekstrem lainnya.

Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru, ASDP Ambon meningkatkan kesiapsiagaan operasional, termasuk penyiapan armada, pemeriksaan keselamatan, serta penguatan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

“Setiap perkembangan kondisi cuaca dipastikan akan disampaikan secara berkala agar pengguna jasa dapat menyesuaikan jadwal perjalanan,” ucapnya. 

Pihak ASDP juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan pemesanan tiket secara daring agar proses keberangkatan lebih tertib dan mengurangi penumpukan di pelabuhan. Langkah ini diharapkan membantu kelancaran pelayanan selama puncak arus liburan akhir tahun.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Ikhwan Wahyudi

COPYRIGHT © ANTARA 2026