Sejumlah tokoh agama di Maluku menyerukan pentingnya memperkuat toleransi dan merawat perdamaian melalui literasi keagamaan dan kebudayaan berbasis musik.
Ketua Umum Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pdt. Sacharias Izaak Sapulette di Ambon, Kamis mengatakan bahwa musik dan budaya merupakan medium efektif untuk menyampaikan pesan perdamaian di Maluku, yang dikenal sebagai masyarakat yang gemar bernyanyi dan bermusik.
“Ini merupakan ruang dan jembatan untuk memperkokoh bangunan perdamaian yang selama ini kita bangun bersama di Maluku,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pentingnya peran besar para guru dalam memberikan edukasi tentang toleransi kepada para murid serta lingkungan sosial.
“Karena itu gereja siap mendukung dan bekerja sama dalam kegiatan hari ini. Melalui musik, pesan perdamaian dapat disampaikan sesuai dengan budaya orang Maluku. Dari sini kolaborasi antargolongan masyarakat bisa tumbuh,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sombar Negeri Maluku, Prof Hasbollah Toisuta menegaskan bahwa visi yayasan yang dipimpinnya adalah menjadi pengayom dan pelindung bagi seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, pihaknya memiliki komitmen yang sama dalam menyukseskan kegiatan literasi keagamaan dan kebudayaan tersebut.
“Upaya dialog dan ruang perjumpaan perlu diperluas karena titik penting kegiatan ini adalah memelihara harmoni masyarakat Ambon serta menjaga perdamaian agar tetap langgeng dan berkelanjutan. Inilah yang membuat kami ingin bekerja sama dan memperluas jangkauan kegiatan ini,” kata Toisuta.
Ia juga memberikan saran agar kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku dan Kota Ambon diperkuat, sehingga upaya menanamkan dan menyebarkan benih-benih perdamaian dapat terus terjaga melalui pendidikan formal.
Menurut Toisuta, literasi keagamaan sangat penting karena memberi ruang diskusi lintas agama dan membuka pemahaman yang lebih luas mengenai perbedaan.
Hal ini, ditambah dengan nilai budaya Maluku seperti ale rasa beta rasa dan semboyan potong di kuku rasa di daging, menjadi fondasi kuat yang mempersatukan masyarakat sebagai orang basudara.
Para tokoh berharap kolaborasi lintas agama, lembaga, dan komponen masyarakat dapat terus ditingkatkan agar upaya merawat perdamaian di Maluku tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dari generasi ke generasi.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026