Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura Maluku mengedukasi mahasiswa terkait fungsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam pengembangan perguruan tinggi guna meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang fungsi APBN.

“Edukasi ini kami berikan melalui kegiatan Literasi Keuangan Negara tentang Peran APBN dalam menunjang pendidikan tinggi, yang digelar bersama Kementerian Keuangan RI Perwakilan Maluku dan Balai Diklat Keuangan Makassar di Kampus Unpatti Kota Ambon,” kata Rektor Unpatti Prof Freddy Leiwakabessy di Ambon, Jumat.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dasar mengenai konsep keuangan negara, struktur dan fungsi APBN, serta bagaimana APBN menjadi instrumen kebijakan fiskal yang menopang penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia melalui pembiayaan operasional, beasiswa, hingga pembangunan infrastruktur kampus.

Ia mengatakan, transformasi pengembangan perguruan tinggi saat ini tidak bisa hanya mengandalkan satu sumber kekuatan, melainkan harus mengedepankan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia industri, komunitas, media, serta peran strategis alumni.

“Di Unpatti, kami memperkuat pengembangan melalui kolaborasi dari berbagai sektor serta pemahaman yang kuat mengenai kebijakan negara, terutama fiskal dan APBN, karena ini menentukan arah pembangunan perguruan tinggi,” ujarnya.

Rektor mencontohkan peran APBN yang dirasakan langsung Unpatti, antara lain program pembiayaan pendidikan melalui Bantuan Pendanaan Pendidikan, dukungan operasional perguruan tinggi negeri, serta alokasi pembangunan infrastruktur strategis seperti laboratorium dan sarana pendukung pembelajaran.

Jajaran Rektorat Unpatti bersama Kemenkeu wilayah Maluku (Antara/Dedy Azis)

Pasalnya, menurut data Kementerian Keuangan, sektor pendidikan mendapat alokasi 20 persen APBN nasional. Dukungan tersebut mencakup bantuan operasional PTN, pendanaan riset, beasiswa KIP Kuliah, serta pembangunan sarana fisik pendidikan tinggi yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Maluku.

“Mahasiswa sebagai stakeholder utama harus memahami struktur APBN secara komprehensif. Pemahaman yang benar akan membangun perspektif baru bahwa APBN merupakan instrumen negara untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui tata kelola yang akuntabel,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Makassar sekaligus Perwakilan Kementerian Keuangan Maluku, Rohmat Wahyudi, menekankan pentingnya literasi fiskal bagi sivitas akademika sebagai kekuatan pembangunan bangsa.

“Mahasiswa adalah pemimpin masa depan. Mereka harus memahami bagaimana APBN disusun, dialokasikan, dan berdampak pada sektor kehidupan, termasuk pendidikan tinggi,” ujar Rohmat.

Ia menjelaskan fungsi APBN tidak hanya sebagai daftar belanja negara, namun instrumen untuk mengendalikan perekonomian, mempengaruhi kesejahteraan masyarakat, serta mendukung inovasi dan perubahan sosial melalui perguruan tinggi.

Rohmat juga menambahkan bahwa skema pendanaan pendidikan melalui APBN mencakup alokasi belanja operasional kampus, pembiayaan sarana dan prasarana, dana penelitian, hingga program beasiswa nasional berbasis pemerataan akses.

“Kami berharap kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi langkah awal kerja sama lebih strategis antara Kemenkeu dan Unpatti dalam memperkuat literasi fiskal mahasiswa,” ujarnya.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026