Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku terus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengembangan padi gogo seluas sekitar 12 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah.

“Pengembangan padi gogo ini sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, di Ambon, Rabu.

Pengembangan padi gogo tersebut disampaikan Wali Kota Ambon saat mengikuti Panen Raya Nasional Tahun 2026 secara daring, di Ambon.

Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama pembangunan nasional, terutama bagi Indonesia sebagai negara agraris.

Menurut Bodewin, meskipun Kota Ambon memiliki keterbatasan lahan pertanian, pemerintah daerah tetap berupaya berkontribusi melalui optimalisasi lahan kering dan pengembangan komoditas alternatif.

“Ketahanan pangan bukan hanya isu nasional, tetapi juga menjadi tanggung jawab daerah. Karena itu, Kota Ambon tetap berupaya memberikan kontribusi nyata,” ujarnya.

Ia merinci, pengembangan padi gogo yang sudah dilakukan antara lain di Dusun Air Low seluas dua hektare dengan pertumbuhan tanaman sekitar 70 persen dan tengah memasuki tahap persiapan panen.

Di Dusun Karang-Karang, Negeri Poka, padi gogo seluas dua hektare telah siap dipanen pada Januari 2026.

Selanjutnya, padi gogo di Dusun Batu Tagepe, Desa Poka, seluas 2 hektare dijadwalkan panen pada Februari 2026.

Sementara di Dusun Kahena, Negeri Batu Merah, pengembangan padi gogo seluas 0,5 hektare direncanakan panen pada Maret 2026.

Selain padi gogo, Pemkot Ambon juga mengembangkan tanaman pangan lain seperti jagung dan umbi-umbian.

Pada tahun 2026, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, bantuan berupa benih, pupuk, serta sarana produksi pertanian disalurkan kepada kelompok tani aktif.

Pemkot Ambon turut mengapresiasi peran petani, penyuluh pertanian, serta dukungan TNI dan Polri dalam pengembangan sektor pertanian.

Melalui momentum Panen Raya Nasional 2026, Pemkot Ambon berharap pemanfaatan lahan produktif terus ditingkatkan serta pertanian dapat menjadi sektor yang bernilai ekonomi dan membanggakan.



Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026