Ambon (ANTARA) -
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku meminta peran aktif tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pascakonflik antar kelompok pemuda di Desa Fiditan, Kota Tual.
“Ada permasalahan di lingkungan kita, mari kita selesaikan secara baik. Apalagi jika itu melibatkan saudara dan tetangga sendiri. Kedamaian adalah cerminan budaya kita,” kata Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, di Ambon, Kamis.
Ia mengatakan, stabilitas keamanan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, terutama setelah insiden bentrokan yang mengakibatkan Kapolres Tual terluka saat menjalankan tugas.
Sebelumnya, Kapolda menjenguk Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro yang menjalani perawatan di RSUD Karel Sadsuitubun, Kabupaten Maluku Tenggara.
Kapolres Tual dirawat setelah terkena anak panah saat berupaya melerai bentrokan antar kelompok pemuda di Desa Fiditan, Selasa (24/2/2026). Saat itu, Kapolres memimpin langsung pengamanan dan melakukan pendekatan persuasif guna mencegah konflik meluas.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi pejabat utama Polda Maluku serta unsur Pemerintah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Ia juga berdialog dengan tim medis dan keluarga guna memastikan kondisi kesehatan Kapolres dan anggota yang turut terluka.
Kapolda menegaskan, generasi muda harus mampu menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, karena konflik terbuka tidak hanya merugikan pihak yang terlibat, tetapi juga berdampak terhadap rasa aman masyarakat dan citra daerah.
“Tual adalah kota yang indah. Jangan sampai tindakan yang mengganggu keamanan membuat orang enggan datang. Dampaknya bisa dirasakan Maluku secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelesaian persoalan harus mengedepankan pendekatan damai dan musyawarah dengan melibatkan para tokoh masyarakat sebagai penyejuk di tengah situasi yang memanas.
Usai menjenguk Kapolres, rombongan Kapolda melanjutkan kunjungan ke Desa Fiditan untuk melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat serta memperkuat situasi kamtibmas pasca insiden.
Pewarta: Winda HermanEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026