Ambon (ANTARA) -

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memastikan Program Polisi Mengajar akan menjangkau sekolah-sekolah di wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) sebagai upaya membangun karakter generasi muda melalui pendekatan humanis di dunia pendidikan.

"Program Polisi Mengajar diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Maluku, termasuk daerah terpencil," kata Plt Wadir Binmas Polda Maluku Johanis Horhoruw di Ambon, Rabu.

Ia menjelaskan seluruh jajaran Kapolres bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan telah dilibatkan sejak awal peluncuran program melalui pertemuan virtual yang dihadiri Gubernur Maluku dan Kapolda Maluku.

Ia menjelaskan Program Polisi Mengajar lahir sebagai terobosan untuk menjawab tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang melibatkan kalangan muda dan pelajar.

Menurut dia, kehadiran polisi di sekolah tidak hanya memberikan materi pembelajaran, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan siswa agar tercipta hubungan positif antara Polri dan generasi muda.

“Polisi hadir bukan untuk menakuti, tetapi menjadi sahabat pelajar, tempat berdiskusi, sekaligus memberikan edukasi tentang disiplin, budaya lokal, etika, dan kesadaran hukum,” katanya.

Ia menambahkan Polda Maluku telah menyiapkan personel pengajar mulai dari perwira pertama hingga perwira menengah untuk mendukung pelaksanaan program secara berkelanjutan di seluruh wilayah Maluku.

Selain itu evaluasi program akan dilakukan secara berkala melalui kolaborasi antara Polda Maluku dan Dinas Pendidikan untuk mengukur perubahan perilaku, kedisiplinan, serta pemahaman siswa setelah menerima materi pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku Sarlota Singerin menyatakan program tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian.

Menurut dia, kepala sekolah di Maluku memberikan respons positif terhadap program tersebut dan mengusulkan agar durasi pembelajaran diperpanjang agar materi dapat diterima siswa secara maksimal.

“Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini bahwa polisi adalah sahabat masyarakat dan mitra pendidikan dalam membangun karakter generasi muda,” ujarnya.

Untuk mendukung pemerataan program hingga wilayah terpencil, Disdikbud bersama Polda Maluku menyiapkan modul pembelajaran berisi 16 materi utama, meliputi kesadaran hukum, budaya lokal, hidup orang basudara, lalu lintas, bahaya narkoba, bullying, etika bermedia sosial, kenakalan remaja, intoleransi, hoaks, etika pergaulan, hingga hukum dan HAM.

Sarlota menyebut Program Polisi Mengajar menjadi langkah awal menuju terwujudnya generasi emas Maluku 2045.

“Program Polisi Mengajar ini menjadi langkah awal menuju terwujudnya Generasi Emas Maluku 2045, Par Maluku pung bae. Karena pendidikan karakter, disiplin, dan kesadaran sosial harus dibangun sejak dini melalui kolaborasi seluruh pihak,” katanya.

Psikolog Prisca D. Sampe menilai Program Polisi Mengajar positif karena menghadirkan polisi sebagai figur teladan bagi pelajar di tengah meningkatnya persoalan sosial remaja, termasuk perundungan dan penyalahgunaan media sosial.



Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026