Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku (BKHIT) Maluku menggencarkan pelaksanaan rapid test Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) pada ayam sebagai langkah deteksi dini penyebaran virus flu burung di daerah itu.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Selasa mengatakan, pengujian cepat tersebut dilakukan oleh tim Laboratorium Hewan Karantina Maluku sebagai bagian dari pengawasan rutin kesehatan hewan, khususnya terhadap lalu lintas unggas antarpulau maupun yang masuk dan keluar wilayah Maluku.

“Rapid test HPAI ini merupakan langkah preventif untuk memastikan unggas yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat dan bebas dari virus flu burung. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat merugikan peternak,” kata dia.

Ia menjelaskan, pengujian dilakukan secara sampling terhadap ayam yang akan dilalulintaskan melalui pelabuhan maupun bandara, serta pada sentra-sentra peternakan yang menjadi perhatian pengawasan karantina.

Sampel diambil sesuai prosedur laboratorium, kemudian diuji menggunakan metode rapid test untuk mengetahui indikasi awal keberadaan virus HPAI.

Menurut dia, apabila ditemukan hasil reaktif, maka akan dilakukan pengujian lanjutan di laboratorium guna memastikan diagnosis, sekaligus penanganan sesuai ketentuan perkarantinaan hewan.

Dirinya menegaskan bahwa pengawasan ini tidak hanya berfokus pada pengujian, tetapi juga edukasi kepada peternak dan pelaku usaha unggas terkait pentingnya penerapan biosekuriti di kandang.

“Kami mengimbau peternak untuk menjaga kebersihan kandang, membatasi akses keluar-masuk orang dan peralatan, serta rutin memantau kondisi kesehatan ayam. Kolaborasi antara peternak dan petugas karantina menjadi kunci dalam mencegah wabah,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan deteksi dini melalui rapid test menjadi bagian dari strategi nasional pengendalian Avian Influenza, mengingat mobilitas unggas yang tinggi berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit apabila tidak diawasi secara ketat.

BKHIT Maluku juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota guna memastikan sistem pelaporan dan respons cepat apabila ditemukan dugaan kasus flu burung.

“Dengan pengawasan yang intensif dan deteksi dini melalui rapid test HPAI, kami berharap Maluku tetap aman dari ancaman flu burung, sehingga aktivitas peternakan dapat berjalan produktif dan berkelanjutan,” katanya.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026