Ternate (ANTARA) - Kementerian Hukum Maluku Utara mengemukakan tradisi Ela-ela di Ternate yang digelar masyarakat menyambut malam Lailatul Qadar masuk  ekspresi budaya tradisional dilindungi negara.

"Tradisi Ela-ela telah terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual (KI) komunal kategori ekspresi budaya tradisional dari Maluku Utara pada pangkalan data Direktorat Jenderal KI (DJKI) Kementerian Hukum yang dilindungi dan dilestarikan negara," kata Kakanwil Kemenkum Malut Budi Argap Situngkir di Ternate, Selasa.

Menurut dia, tradisi Ela-ela dirayakan oleh Kesultanan Ternate dalam menyambut malam Lailatul Qadar atau malam seribu bulan.

Tradisi Ela-ela diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran disertai doa, serta ditandai menyalakan obor atau pelita yang terbuat dari bambu dan pelita.

Dia mengatakan salah satu manfaat pencatatan kekayaan intelektual komunal yaitu agar tidak diklaim daerah lain.

“Selain itu pelindungan kekayaan intelektual komunal merupakan bagian dari menjaga warisan budaya leluhur secara turun temurun, yang juga mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah,” ujar Argap.

Ia menambahkan sinergi seluruh pihak baik pemerintah daerah, masyarakat, kampus, dan komunitas menjadi penting dalam upaya melindungi seluruh kekayaan intelektual komunal masyarakat yang ada di Maluku Utara.

Dilansir dari laman DJKI, Ela-ela atau menyalakan obor adalah  tradisi masyarakat Muslim Ternate dalam menyambut malam Lailatul Qadar.

Sebelum membakar Ela-ela, masyarakat selalu membaca ayat suci Al Quran terutama surat Al-Qadr. Ela-ela sering dipajang di depan rumah, sepanjang jalan dan di tempat ibadah dengan lampu yang dihiasi aneka ornamen yang memukau.

Ela-ela juga mendatangkan keuntungan ekonomi bagi pelaku usaha mikro. 

Rusdi, seorang pedagang di pasar Gamalama saat ditemui mengatakan bahwa penjualan obor dan lampu Ela-ela sangat laris menjelang 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

“Alhamdulillah bisa mendapat rezeki dari penjualan obor Ela-ela,” terangnya.



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Ikhwan Wahyudi

COPYRIGHT © ANTARA 2026