Ternate (ANTARA) - Masyarakat Desa Sibenpopo dan Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah, Maluku Utara, sepakat mengakhiri bentrokan melalui penandatanganan pernyataan damai pada Selasa (7/4) sore.
Kepala Bidang Humas Polda Maluku Utara Komisaris Besar Polisi Wahyu Istanto Bram dihubungi di Ternate, Rabu, menyampaikan bahwa kesepakatan ini menjadi dasar penting untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
"Ini menjadi komitmen bersama untuk menjaga situasi tetap kondusif dan memperkuat kembali hubungan antarwarga," ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Maluku Utara Inspektur Jenderal Polisi Polisi Waris Agono bersama unsur TNI, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat yang bersama-sama menjadi saksi lahirnya komitmen damai.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah penting dalam memulihkan hubungan antarwarga setelah sebelumnya terjadi bentrokan.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak menyatakan komitmen untuk kembali menjaga persaudaraan serta menciptakan kehidupan yang aman dan harmonis.
"Sehingga dalam pernyataan bersama, masyarakat menegaskan bahwa mereka adalah saudara yang terikat nilai-nilai Fagogoru, serta menyesali konflik yang terjadi," ujarnya.
Mereka juga sepakat untuk saling memaafkan, mengakhiri seluruh konflik, serta berjanji tidak mengulangi peristiwa serupa di masa mendatang.
Selain itu, kedua desa menolak segala bentuk provokasi dan berkomitmen menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kesepakatan damai Sibenpopo–Banemo, warga sepakat akhiri konflik
Pewarta: Abdul FatahUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026