Ambon (ANTARA) - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Maluku memberdayakan perempuan melalui pelatihan public speaking guna meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi hingga ke daerah-daerah, sehingga mampu memberikan dampak positif di tengah masyarakat.

Ketua DWP Maluku Nita Sadali Ie, di Ambon, Selasa, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan, sehingga kemampuan berbicara di depan publik menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

“Dharma Wanita Persatuan bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi organisasi perempuan terbesar yang harus berperan aktif dalam pembangunan dan kehidupan sosial,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi perempuan untuk mengasah kemampuan komunikasi sekaligus membangun kepercayaan diri dalam berbagai peran, baik di lingkungan organisasi maupun di tengah masyarakat.

Ia mengakui, banyak perempuan masih menghadapi hambatan mental ketika harus tampil di depan umum.

“Seringkali kita merasa grogi, takut salah, bahkan tidak tahu harus mulai dari mana saat berbicara. Padahal, kemampuan ini sangat penting dalam menyampaikan ide dan gagasan,” katanya.

Ketua DWP Maluku Nita Sadali Ie, membuka program pelatihan "public speaking" oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Maluku di Kota Ambon. ANTARA/Dedy Azis

Melalui workshop ini, peserta dibekali teknik public speaking yang efektif, mulai dari menyusun pesan, mengatur intonasi, hingga membangun interaksi dengan audiens.

“Ibu-ibu dapat mempelajari teknik berbicara yang efektif, terstruktur, dan menarik agar pesan yang disampaikan benar-benar sampai,” katanya.

Nita juga menekankan bahwa rasa percaya diri bukan sesuatu yang instan, melainkan harus dilatih secara konsisten.

“Kepercayaan diri itu dibangun, bukan datang dengan sendirinya. Semakin sering kita berlatih, semakin kuat keberanian kita untuk tampil,” tegasnya.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya etika dan penampilan sebagai bagian dari komunikasi.

“Penampilan yang tepat akan memperkuat pesan yang kita sampaikan. Ini mencerminkan jati diri perempuan yang beretika dan berkelas,” ujarnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam mendukung program-program DWP, termasuk menyampaikan visi dan misi organisasi secara lebih efektif.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ilmu yang didapat hari ini harus bisa dibawa pulang dan diterapkan di daerah masing-masing,” katanya.

“Perempuan yang mampu berbicara dengan baik dan percaya diri, akan lebih mudah membawa perubahan di lingkungannya,” tuturnya



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026