Ambon, 28/10 (Antara) - Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Ambon bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku dan pelaku usaha di sektor Pasar Modal menggelar Indonesia Investment Festival (Investival) 2017, di Ambon, Sabtu.

Kepala BEI Perwakilan Ambon Alberto F. Dachi mengatakan, Investival dilaksanakan untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat di Maluku khususnya Kota Ambon, dengan mengampanyekan program "Yuk Nabung Saham" yang memperkenalkan produk-produk investasi di pasar modal dan memperkenalkan permainan Stock Lab sebagai sarana belajar pasar modal yang menyenangkan.

"Kegiatan ini menargetkan pembukaan 100 rekening saham baru di Pasar Modal, karena itu kegiatan ini dikemas dengan menarik dalam bentuk talk show, pameran investasi, kompetesi, games, hiburan dan kegiatan lain yang terbuka untuk masyarakat umum, sehingga dapat membangun tingkat kesadaran dan ketertarikan masyarakat umum terhadap pasar modal dan investasi di pasar modal," kata Alberto.

Menurut dia, berdasarkan hasil Survey Nasional Literasi Keuangan 2016, tingkat inklusi sektor pasar modal hanya sebesar 1.25 persen, jauh lebih kecil dari tingkat inklusi keuangan secara umum sebesar 67.82 persen.

"Hal ini berarti pemanfaatan pasar modal sebagai sarana investasi dan sarana pemenuhan modal usaha tergolong rendah," ujarnya.

Alberto mengungkapkan, Investival 2017 dilaksanakan di 19 kota di seluruh Indonesi selama bulan Oktober, dan Kota Ambon menjadi satu-satunya kota di Indonesia Timur yang melaksanakan kegiatan itu.

Beberapa event yang menjadi bagian dari Investival 2017 di Kota Ambon adalah Colour Run, Talk Show, dan Stock Lab Competetion yang menyasar kalangan muda? terutama pelajar dan mahasiswa.

Dalam kegiatan talk show juga akan disampaikan materi mengenai
Cara Cerdas Berinvestasi dan Waspada Investasi Ilegal.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Bambang
Hermanto mengatakan pengenal instrumen pasar modal melalui rangkaian
kegiatan ini, diyakini akan berdampak besar karena disampaikan
melalui kegiatan yang menarik dan menyasar kalangan intelektual muda.

"Anak-anak muda perlu kesadaran literasi berinvestasi di Pasar
Modal tertanam sejak dini serta meluas ke lingkungan sekitarnya," kata
Bambang.

Pewarta: Rofinus E. Kumpul
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026