Polres Kepulauan Aru masih menyelidiki penyebab puluhan anak-anak di Desa Tungwatu, Kecamatan Pulau-Pulau Aru yang mengalami keracunan makanan, meski pun kondisi mereka saat ini sudah membaik.

"Ada 45 anak di desa itu yang keracunan setelah mengikuti kegiatan peluncuran Gerakan Minum Tablet Tambah Darah, Gerakan Minum Susu Sehat, dan pembinaan KPM tahun 2022 untuk generasi Aru bebas stunting," kata Kapolres setempat, AKBP Dwi Bachtiar Rival dalam pernyataan pers kepada ANTARA di Ambon, Sabtu,

Kegiatan peluncuran tersebut berlangsung pada Jumat, (19/8) dan kejadian ini kejadian ini terungkap dari salah satu siswa SD atas nama Almendo Dankula yang menderita sakit perut hingga memuntahkan makanan yang dimakan.

Melihat kejadian tersebut ayah korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada seorang bidan bernama Fina Masbaitubun dan anggota Bhabinkamtibmas, Bripka Aldon Pessy untuk melihat kondisi anak tersebut sekaligus melakukan tindakan pertolongan awal.

Dalam waktu bersamaan, juga ada dari warga lain bahwa masih ada korban lainnya yang mengalami hal serupa.

"Untuk kejadian keracunan makanan yang dialami warga Desa Tunguwatu berjumlah 45 orang terdiri dari anak–anak di bawah umur," jelas Kapolres.

Baca juga: Polisi selidiki penyebab 21 napi perempuan di Bali keracunan akibat minum disinfektan

Akibatnya 35 anak menjalani perawatan medis di Puskesmas Tungwatu dan korban yang dievakuasi ke RSUD Cendrawasih Dobo berjumlah 10 orang anak, namun saat ini kondisi mereka sudah membaik.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga sebagai penyebab terjadinya kasus keracunan massal terhadap puluhan anak diantaranya satu mangkuk plastik berisikan makanan jenis bubur, makanan bekas, dan satu mangkuk pentolan.

"Barang bukti ini dikirim ke Balai POM Ambon untuk diteliti," tandas Kapolres.

Baca juga: Ditpolairud Polda Maluku evakuasi tujuh ABK keracunan gas di Aru

Pewarta: Daniel Leonard

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2022