Ambon (ANTARA) - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyerukan kerukunan antarumat beragama dalam persidangan ke-54 Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Kairatu, sebagai upaya menjaga toleransi antarumat beragama di daerahnya.
“Mari kita jaga dan pelihara hidup bersama dengan basudara lain, sebab Tuhan memang menciptakan perbedaan di antara kita, bukan untuk terpisah, tetapi justru untuk hidup rukun dan saling melengkapi," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Minggu.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan budaya hidup anak-anak Maluku yang terikat dalam semangat Pela Gandong, Hidop Orang Basudara, Ale Rasa Beta Rasa, yang telah menyatu dalam semangat toleransi dan rasa hormat satu dengan yang lain.
"Kita bersyukur bahwa Gereja terus berkembang bersama dengan Masjid, Pura, Pagoda, dan tempat ibadah lainnya, juga terus bertambah di daerah ini yang menjadi tanda bahwa Tuhan Allah terus menjaga dan menyertai Gereja dan umat-Nya, supaya terus bertumbuh dan berbuah di Bumi Maluku tanah pusaka," katanya.
Dia juga berharap agar pihak Gereja dapat membangun komunikasi, koordinasi, dan sinergisitas bersama seluruh pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan di Jemaat GPM Nuruwe.
Berkaitan dengan hal itu Ia menyampaikan visi dan misinya serta wakil gubernur Maluku dalam memimpin lima tahun ke depan, yakni transformasi Maluku menuju Maluku yang maju, adil dan sejahtera menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan menjunjung tinggi toleransi.
"Ini adalah tujuan dan cita-cita kami selaku Pemimpin Maluku, dan sekaligus menjadi panduan bagi jajaran Pemerintah Provinsi Maluku untuk bekerja," katanya.
Gubernur juga menginginkan perubahan yang fundamental bagi Maluku, atas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat yang lebih baik dan bermutu.
"Kesadaran untuk terus membangun komitmen hidup damai dalam ikatan masyarakat yang majemuk dan beragam tentunya akan memberikan inspirasi dan imajinasi kreatif kepada seluruh masyarakat untuk membangun dan mengembangkan pemikiran-pemikiran sehat, kritis, dan konstruktif, yang mampu meningjatkan spirit ooptimisme yang luhur dan mulia dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, sejahtera, dan berkeadilan," tambah Lewerissa.