Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memfasilitasi ekspor sebanyak 1.099 ton udang vannamei dari Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah, ke Tiongkok melalui pengawasan ketat sesuai prosedur karantina.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Rabu, mengatakan pengawasan ketat tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas dan reputasi produk perikanan Maluku di pasar global.
“Setiap komoditas yang diekspor wajib melalui tahapan pemeriksaan sesuai prosedur. Kami memastikan udang vannamei yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan pangan, sehingga dapat diterima di negara tujuan tanpa hambatan. Hal ini sejalan dengan amanat dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan,” ujarnya.
Ia menjelaskan dalam prosesnya, BKHIT Maluku melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Laut Kobisadar juga melaksanakan pengawasan proses ekspor udang vannamei (Litopenaeus vannamei) di Desa Opin, Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.
Komoditas milik PT Wahana Lestari Investama tersebut diberangkatkan menggunakan kapal angkut Fu Yuan Yu Yuan 993.
“Pengawasan pemuatan ekspor, meliputi pemeriksaan dokumen ekspor, pemeriksaan fisik barang, pengecekan kemasan, hingga pemeriksaan organoleptik di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan komoditas yang dikirim telah memenuhi standar kesehatan, mutu, serta persyaratan teknis negara tujuan,” kata dia.
Ia menambahkan ekspor ini menjadi indikator positif pertumbuhan sektor perikanan di Maluku, sekaligus mendorong pelaku usaha untuk terus menjaga standar mutu serta kepatuhan terhadap regulasi karantina.
Menurut dia, produk hasil perikanan Indonesia, khususnya udang vannamei, masih menjadi komoditas primadona di pasar ekspor, terutama ke Tiongkok.
Tingginya permintaan dari Negeri Tirai Bambu tersebut mendorong peningkatan aktivitas ekspor dari Maluku, termasuk dari wilayah Pulau Seram.
“Melalui pengawasan yang optimal, Karantina Maluku berkomitmen mendukung percepatan ekspor, menjaga keamanan hayati, serta memperkuat daya saing komoditas perikanan Maluku di pasar internasional,” kata dia.
Dengan pengawasan yang sistematis dan sesuai standar, BKHIT Maluku berharap ekspor komoditas perikanan dari daerah itu terus meningkat serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan nasional.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026