Ambon (ANTARA) -

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku memberikan bantuan pemasangan aliran listrik kepada 26 kepala keluarga (KK) tidak mampu melalui program Light Up The Dream dari PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku–Maluku Utara.

“Kami pemerintah kota sangat-sangat berterima kasih kepada PT PLN Persero atas kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu di Kota Ambon. Ini menunjukkan bahwa kepedulian senantiasa menghadirkan ungkapan syukur,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena, di Ambon, Kamis.

Ia mengatakan, Pemkot Ambon saat ini sementara mengidentifikasi warga lain yang rumahnya belum teraliri listrik agar dapat memperoleh bantuan serupa, baik dari PT PLN (Persero), pemerintah kota, maupun pihak lainnya.

“Pemerintah kota berharap supaya tidak ada lagi warga Kota Ambon yang masih gelap. Kota Ambon harus ‘manyala’,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku–Maluku Utara Noer Soeratmoko, menjelaskan bahwa program Light Up The Dream merupakan program nasional PLN yang bersumber dari donasi sukarela para pegawai.

“Ini adalah kegiatan beramal dari pegawai. Semua pegawai diminta mengumpulkan donasi secara sukarela, kemudian diberikan kepada warga yang belum mampu memasang listrik,” katanya.

Ia juga menambahkan, khusus untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara tahun ini sebanyak 100 KK menerima bantuan serupa. Sejak program tersebut berjalan pada 2021 hingga saat ini, tercatat sebanyak 2.350 keluarga telah menerima bantuan pemasangan listrik.

“Kegiatan ini biasanya dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan atau hari kemerdekaan. Begitu dana terkumpul, langsung kami salurkan kepada warga tidak mampu yang rumahnya belum teraliri listrik,” ucap Noer.

Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendukung pemerataan akses listrik bagi seluruh warga, khususnya di wilayah yang masih belum terjangkau layanan kelistrikan.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026