Ambon (ANTARA) - Yayasan Kopi Maluku menghadirkan varietas kopi khas dari wilayah pegunungan di Pulau Seram dan Maluku Tengah, yakni kopi tuni pada ajang Festival Kopi Nusantara yang berlangsung di Jakarta.
Ketua Yayasan Kopi Maluku Deltawan Viqjelen Kusaly saat dihubungi dari Ambon, Selasa, mengatakan keikutsertaan dalam Festival Kopi Nusantara bertujuan mempromosikan kopi tuni ke pasar nasional, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri kopi, baik di dalam maupun luar negeri.
“Festival ini menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan kopi tuni sebagai warisan cita rasa Maluku yang patut dibanggakan. Kami ingin mengangkat nama kopi tuni sejajar dengan kopi-kopi unggul lainnya di Indonesia,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kopi tuni, yang dikenal dengan cita rasa alami, keasaman seimbang, dan aroma rempah khas karena tumbuh liar bersama dengan tumbuhan lainnya.
Hal ini menjadi salah satu daya tarik stan pameran Yayasan Kopi Maluku di festival yang diikuti puluhan pelaku usaha kopi dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada ajang Festival Kopi Nusantara kali ini, Yayasan Kopi Maluku membawa kopi dari tiga kabupaten, yakni Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT), dan Buru. Dari Kabupaten SBB, kopi yang dihadirkan berasal dari wilayah Huamual dan telah memiliki keabsahan dokumen Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).
“Festival Kopi Nusantara adalah ajang khusus kopi, sehingga kami berembuk dan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengutus dua delegasi, yakni Viany Huwae sebagai bidang pemasaran dan Tutuni Barista and Roaster yakni Bung Novi Mahakena bertugas mengontrol kualitas kopi tuni itu sendiri,” ujarnya.
Selain menyajikan seduhan kopi tuni secara langsung, Yayasan Kopi Maluku juga memamerkan berbagai produk turunan seperti bubuk kemasan, kopi drip bag, dan biji kopi sangrai. Pihaknya juga memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai proses budidaya hingga pascapanen kopi tuni yang dilakukan secara organik.
Festival Kopi Nusantara menjadi ajang temu bagi para petani, pelaku usaha, barista, dan pecinta kopi untuk saling bertukar pengetahuan, menjajaki peluang bisnis, dan mengangkat keberagaman kopi Nusantara. Keikutsertaan Yayasan Kopi Maluku diharapkan semakin memperkuat branding Maluku sebagai salah satu daerah penghasil kopi berkualitas di Indonesia.
Melalui kegiatan ini pihaknya menerima masukan dan inovasi dari para peminat kopi tuni, untuk pengembangan pemasaran di masa mendatang, baik dari segi kualitas maupun strategi promosi.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026