Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat sinergi pembangunan infrastruktur SDA dan ketahanan wilayah kepulauan mendukung pengendalian abrasi hingga penyediaan air bersih.
“Pemprov Maluku melibatkan bupati dan wali kota di Maluku membahas kebutuhan pembangunan infrastruktur sumber daya air, termasuk pengamanan pantai, penanganan bantaran sungai, dan penyediaan air bersih di wilayah kepulauan,” kata Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa usai pertemuan dengan Ditjen SDA Kementerian PU di Jakarta, Selasa.
Berkaitan dengan hal itu ia menjelaskan Maluku saat ini memiliki tiga Proyek Strategis Nasional (PSN), yakni pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, serta Maluku Integrated Port di Pulau Ambon.
Menurut dia, Bendungan Way Apu menjadi salah satu proyek sumberdaya air lantaran penting untuk mendukung program swasembada pangan nasional karena ditargetkan mampu mengairi sekitar 10 ribu hektare lahan persawahan saat mulai beroperasi pada 2027.
“Diperkirakan pada tahun 2027 bendungan itu sudah dapat berfungsi dan mengairi sekitar 10 ribu hektare lahan persawahan. Ini tentu menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Selain itu ia menyoroti dampak abrasi yang semakin masif di sejumlah wilayah pesisir Maluku dalam beberapa tahun terakhir sehingga dibutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan talud pengaman pantai.
Disamping itu, keterbatasan fiskal daerah juga membuat pemerintah provinsi sangat bergantung pada dukungan pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.
“Karena itu, satu-satunya cara yang dapat kami lakukan adalah menyiapkan perencanaan yang baik, kemudian datang menyampaikan langsung kebutuhan daerah kepada pemerintah pusat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU Dedy Natrihfazhal Dedisky Nazaroeddin menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air di Maluku secara bertahap sesuai karakteristik wilayah kepulauan.
Ia menyebut Bendungan Way Apu menjadi salah satu proyek prioritas yang ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada 2027.
“Tipologi wilayah Maluku memang sangat berbeda dibanding daerah lain. Penanganannya tidak bisa disamakan karena wilayahnya kepulauan dan sangat kompleks,” katanya.
Selain itu pihaknya juga mulai mengkaji kebutuhan pembangunan infrastruktur air baku di Kepulauan Tanimbar sebagai dampak pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela.
Ia menegaskan, pengoperasian Blok Masela diperkirakan akan meningkatkan jumlah penduduk di Tanimbar sehingga kebutuhan air baku juga akan meningkat secara signifikan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Maluku-Ditjen SDA perkuat infrastruktur air dan ketahanan kepulauan
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026