Ternate (ANTARA) - Ketua dan Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan inspeksi mendadak di Gudang Perum Bulog Cabang Ternate, Maluku Utara pada Selasa (23/9) siang untuk melihat stok beras tersedia di gudang. 

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati  Soeharto di  Ternate, Selasa, menilai kualitas beras yang dijual oleh Bulog sebenarnya sudah tidak layak.

Menurutnya kualitas beras yang tersedia di gudang Perum Bulog Cabang Ternate itu kualitasnya tidak layak untuk dijual kepada masyarakat, karena  berasnya kotor.

"Kualitasnya beras sangat kotor, kalau dikonsumsi masyarakat dikhawatirkan berdampak pada kesehatan mereka, karena berasnya kotor sekali,"ujar dia.

Oleh karena itu, lanjut Ketua Komisi IV DPR RI yang didampingi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe itu, akan memanggil terhadap Kementerian terkait untuk menyampaikan hasil sidak ini.

"Saya sudah berulang kali mengingatkan kepada Kementerian terkait, agar beras yang distribusi ke daerah itu mohon diperhatikan dan ini masih kami temukan lagi, sehingga kami akan memanggil Kementerian, agar beras distrbusi ke daerah untuk segera dijual jangan disimpang di gudang begitu lama," ujarnya.

Bahkan Ketua Komisi IV DPR RI menyebut  beras yang mereka temukan di gudang Perum Bulog Cabang Ternate itu, tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat melainkan beras itu seharusnya dikonsumsi ternak ayam.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Ternate, Jefry Janasy mengakui jika hasil sidak dari Komisi IV DPR RI itu menyampaikan kualitas berasnya mereka jual itu tidak layak lagi.

"Benar hasil sidak dari Komisi IV DPR RI tadi kan mereka menyampaikan seperti itu, menurutnya beras ini tidak ada masalah selama ini mereka jual ke masyarakat,"kata Jefry.

Dia mengungkapkan memang beras yang tersedia di gudang Perum Bulog Cabang Ternate itu tersimpan berbulan - bulan, karena sesuai aturan mereka menjual jika ada permintaan, termasuk dalam bentuk kegiatan bantuan sosial maupun bentuk gerakan pangan murah.

 



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Ikhwan Wahyudi

COPYRIGHT © ANTARA 2026