Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Ambon bersama Bea Cukai setempat memperkuat sinergi pengawasan lalu lintas barang menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 guna memastikan keamanan, kelancaran arus pengiriman barang hingga ekspor-impor.

“Sinergisitas ini juga sebagai upaya perlindungan sumber daya hayati dari potensi pelanggaran dan penyebaran organisme pengganggu,” kata Kepala BKHIT Ambon Abdur Rohman di Ambon, Jumat.

Dia mengatakan koordinasi dan kolaborasi lintas lembaga sangat penting dilakukan menjelang periode akhir tahun yang identik dengan peningkatan mobilitas barang.

“Kami bersama Bea Cukai Ambon telah melakukan forum konsultasi publik. Kolaborasi seperti ini penting untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan prosedur, dan meningkatkan kualitas pelayanan karantina demi mendukung perdagangan yang sehat dan aman,” ujarnya.

Forum tersebut, kata dia, menghadirkan pelaku usaha, instansi pemerintahan, serta mitra strategis yang selama ini terlibat dalam rantai logistik dan layanan kepabeanan, membahas penyempurnaan kebijakan, percepatan layanan, hingga strategi bersama menjaga kelancaran arus perdagangan.

Dia mengatakan pengawasan yang dilakukan BKHIT Ambon dan Bea Cukai Ambon memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan arus perdagangan sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan terutama melalaui pintu masuk Maluku seperti pelabuhan dan bandara.

Dia menjelaskan kedua pihak akan menambah sedikitnya 10 personel pada pintu masuk daerah untuk memaksimalkan pengawasan lalu lintas barang.

Menurut dia, kolaborasi kedua instansi diperlukan karena mobilitas barang lintas daerah maupun negara membawa risiko masuknya penyakit hewan, hama tumbuhan, hingga produk ilegal yang dapat mengancam kesehatan, merugikan ekonomi, dan merusak ekosistem hayati Maluku yang sensitif.

"Melalui pemeriksaan dokumen, pengecekan fisik, pengujian laboratorium, serta pengawasan berbasis risiko, kedua lembaga memastikan setiap komoditas memenuhi standar keamanan dan kepatuhan sebelum memasuki atau meninggalkan wilayah," ujarnya.

Dia mengatakan sinergi yang terbangun bukan hanya bertujuan mencegah pelanggaran, tetapi juga memberikan kepastian layanan bagi pelaku usaha agar proses ekspor-impor berlangsung cepat, tertib, dan berdaya saing, terutama pada masa peningkatan arus barang menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Menurut dia, dengan pengawasan yang terintegrasi, negara memperoleh perlindungan, pelaku usaha mendapatkan kepastian, dan masyarakat merasakan manfaat dari perdagangan yang aman serta berkelanjutan.

Rohman mengatakan BKHIT Ambon juga mendorong peningkatan edukasi bagi pelaku usaha terkait persyaratan karantina dalam proses ekspor dan impor agar layanan dapat berjalan cepat namun tetap memenuhi standar keamanan hayati.

 



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026