Ambon (ANTARA) -

Balai Besar Riset dan Pengembangan Pertanian (BBRMP) Maluku memperkuat ketahanan pangan melalui pendataan petani dan lahan atau Calon Petani Calon Lahan (CPCL) serta optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

"Melalui pematangan CPCL dan optimalisasi alsintan, kami ingin memastikan setiap program tepat sasaran dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara nyata," kata Kepala BRMP Maluku Gunawan di Ambon, Kamis.

Ia menjelaskan pematangan data CPCL dilakukan untuk memastikan kesiapan petani dan lahan dalam pelaksanaan program pertanian di seluruh kabupaten/kota di Maluku.

Menurut Gunawan, validasi data CPCL menjadi kunci dalam menentukan intervensi yang tepat sehingga tidak terjadi tumpang tindih program antara pemerintah daerah dan pusat.

Selain itu, BBRMP Maluku juga mengoptimalkan pemanfaatan alsintan guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di daerah.

"Optimalisasi alsintan penting agar bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh petani," ujar dia. 

Ia menambahkan peningkatan kapasitas petani dalam penggunaan alsintan terus didorong melalui pendampingan teknis dan kolaborasi lintas sektor.

Upaya tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan luas tanam dan hasil produksi pertanian di berbagai wilayah di Maluku.

Melalui langkah tersebut, kata Gunawan, BBRMP Maluku berharap pembangunan pertanian di daerah semakin efektif serta mampu memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026